Twins Lover's Part 10 Salah Paham

1552 Kata
Author Pov. Sebelum ke apartemen Ethaan, Ethaan terlebih dulu mampir ke minimarket di pinggir jalan, Ethaan ingat apartemennya memang jarang dia tempatin dan pasti tidak ada makanan sama sekali, takutnya nanti Cheril kelaparan. Ethaan mengambil beberapa mie instan ada yang pedas ada yang biasa, Ethaan tidak tau selera Cheril jadi mengambil amannya dia membeli dua macam, s**u, roti, camilan, telur, sosis, nuget, minuman dingin, sementara Ethaan berbelanja di minimarket Cheril menunggu di dalam mobil, awalnya dia ingin ikut tapi Ethaan melarangnya. Selesai berbelanja Ethaan dan Cheril menuju apartemen milik Ethaan, beruntung sudah cukup larut jadi tidak terlalu banyak orang berlalu lalang di lobby, Ethaan membawa belanjaannya sementara Cheril membawa bonekanya, mereka seperti pasangan serasi. Beruntung apartemen Ethaan sering di bersihkan pelayan walau jarang sekali Ethaan tempatin, Ethaan menaruh belanjaannya di meja makan, mengeluarkan semua isinya, Ethaan memasukkan nuget, sosis, telur kedalam kulkas, sementara yang lainnya Ethaan tata di meja makan, Cheril tentu saja duduk manis di sofa, Ethaan sama sekali tidak membiarkan Cheril berurusan dengan dapur, dari informan terpercaya Cheril tidak pernah yang namanya masak, Ethaan hanya tidak ingin Cheril mengacau di dapurnya saja. Ethaan membawa camilan dan s**u ke meja depan sofa, namun saat sampai disana dia melihat Cheril sudah terlelap, mungkin Cheril kelelahan, Ethaan dengan hati hati menggendong Cheril ke kamarnya, karena di kamar Ethaan lebih nyaman dari pada di kamar tamu. Ethaan membaringkan Cheril dengan perlahan, sebisa mungkin Ethaan berhati hati agar tidak mengganggu tidur Cheril, Ethaan menyelimuti Cheril, tidak lupa dia mengecup kening Cheril sebentar. Selesai mandi Ethaan membaringkan tubuhnya di kamar tamu miliknya, kenapa Ethaan membiarkan Cheril tidur di kamarnya sementara ada kamar tamu, karena di kamar ini acnya rusak, Ethaan tidak ingin Cheril kepanasan. Pagi hari cheril terbangun karena kelaparan, semalam memang dia sedikit makan, terlebih lagi semalam dia jalan jalan di pasar malam dulu. Cheril melihat satu set baju di meja samping tempat tidurnya, ada notenya, Tadi kamu tidur dengan nyenyak, jika bangun pakailah baju ini, agar kamu nyaman -Ethaan. Cheril bahkan tidak menyangka jika Ethaan bisa melakukan hal hal sederhana namun menyentuh, tentu saja Cheril langsung mengganti gaunnya dengan baju yang ada di atas meja. Cheril keluar dari kamar milik Ethaan mungkin, dia sudah melihat Ethaan duduk di sofa sambil membaca buku, sepagi ini Ethaan sudah membaca buku kedokteran, gila, memang. “Ethaan…” Panggil Cheril pelan, takut mengganggu Ethaan. “Sudah bangun?.” Tanya Ethaan, Cheirl hanya mengangguk. “kamu bisa sarapan disana,” Ethaan menunjuk meja makan, disana sudah ada nasi goreng, telur ceplok, nuget goreng, dan segelas s**u chocolate. Cheril tentu saja langsung memakan nasi gorengnya, masa bodo dengan Ethaan, Cheril tentu tidak akan jaga image saat dia kelaparan. Ethaan hanya menyunggingkan senyumannya ketika Cheril dengan lahap memakan masakannya, bakat Ethaan yang satu ini memang tidak banyak orang yang tau, awalnya dulu Ethaan suka melihat Kezia masak, hanya sekedar melihat catat itu, saat dia mencoba masakannya cukup enak, makanya diam diam Ethaan suka masak di apartemen ini, sebagai eksperimen saja, dan ini pertama kalinya bagi Ethaan memasak untuk orang lain, dan itu Cheril. Cheril melahap habis nasi goreng dipiringnya, telur ceplok dan nuget juga habis, dia sangat kekenyangan sekarang. Cheril mencuci piring bekas dia makan, apa Ethaan tadi sudah makan?. “Ethaan, kamu sudah makan?,” Tanya Cheril setelah dia selesai membereskan meja makan, Cheril memang tidak bisa masak, bukan berarti dia tidak bisa beres beres ya, “Hanya makan roti.” Ethaan memang tidak terbiasa makan nasi atau makan, makanan berat di pagi hari, biasanya dia makan roti atau buah saja. “Kamu enggak makan nasi?,” Tanya Cheril, kalau begitu tadi dia sisain buat Ethaan nasi gorengnya, bodoh kenapa dia makan semuanya. “Aku enggak biasa makan nasi, atau makanan berat di pagi hari, roti atau buah sudah cukup.” Penjelasan Ethaan cukup membuat Cheril lega, Cheril mengira Ethaan tidak makan karena dirinya. Cheril duduk disamping Ethaan walau agak jauh, dia mengambil buku milik Ethaan di meja secara acak karena memang disana ada beberapa tumpukan buku. Tepat sekali Cheril mengambil buku tentang bisnis namun isi di dalam bukunya cukup menarik, tentang pemanfaatan sosial media, Cheril selama kuliah dia sama sekali belum membuka i********: ataupun twitternya, dua minggu ini dia cukup sibuk dengan kuliah dan tugas yang menumpuk, jadi dia tidak ada waktu untuk scroll scroll i********: ataupun twitter. Cheril dan Ethaan sama sama fokus pada bukunya masing masing, bahkan mereka tidak menyadari jika Elthan dan kedua temannya datang ke apartemen ini, mereka bahkan kaget dengan keberadaan Cheril di apartemen Ethaan. “Jadi kenapa Cheril bisa di apartemen lo?,” Tanya Zio penasaran, bisa bisanya Cheril berduaan sama Ethaan diapartemen setelah Cheril menolak Elthan beberapa waktu yang lalu, gila memang. “Menginap.” Balas Ethaan, Cheril tentu saja diam, dia tidak berani bicara, seolah olah mereka berdua tertangkap basah sedang melakukan sesuatu, padahal mereka hanya membaca buku. “Menginap?, beneran Cheril menginap disini?,” Tanya Bryan tidak percaya, selama mereka temanan saja Ethaan melarang mereka membawa pacar jika ke apartemen ini, sekarang malah yang punya apartemen membawa cewek kesini. “Lo gila ya, Cheril beberapa waktu yang lalu menolak Ethaan, sekarang dia sama lo, lo enggak punya perasaan atau gimana sih?,” Tanya Zio lagi. “Bukan urusan lo,” Balas Ethaan, Ethaan sendiri memang tidak suka banyak orang ikut campur urusannya, makanya dia cukup membatasi hubungannya dengan teman temannya. “Ethaan lo udah gila ya, Elthan itu saudara lo, lo ingin perang saudara gara gara perempuan kaya Cheril? yang benar saja.” Bryan ikut bicara. Bughhhh,, Ethaan langsung memukul Bryan, membuat Cheril langsung memekik, sementara Elthan dan Zio ternganga, bagaimana bisa seorang Ethaan memukul Bryan, ini pertama kalinya Ethaan memukul orang, setau mereka beruda sih. “Jaga omongan lo, kalau lo masih mau hidup, Cheril bukan perempuan yang bisa di perebutkan, dia milik gue.” Setelah memukul Bryan Ethaan segera menarik tangan Cheril, membawanya keluar dari apartemen miliknya, Ethaan tidak ingin kelepasan dan menghajar Bryan ataupun Zio. Cheril hanya diam, dia mengikuti kemana langkah Ethaan membawanya pergi, mobil Ethaan sudah siap di depan lobby, bahkan petugas valet pun menyiapkan mobil Ethaan sebelum mendapat perintah dari Ethaan. Ethaan membawa Cheril kerumah orang tua Cheril, Ethaan tidak ingin Cheril syok atau kenapa kenapa, setidaknya di rumah orang tua Cheril ada orang tuanya dan Dava yang bisa menghibur Cheril. “Tante Letisha, maaf Ethaan ada urusan, Ethaan pergi dulu,” Itu yang Ethaan katakan, setelahnya dia memacu mobil sportnya di jalan raya, tujuan satu satunya tentu bukan apartemen miliknya namun KEN’S, Ethaan perlu menenangkan dirinya. *** Sementara di apartemen Ethaan, Elthan, Zio sedang mengobati memar di wajah Bryan, Bryan saja yang lemah, di puluk Ethaan sekali saja mengaduhnya berkali kali, bahkan sumpah serapah untuk Ethaan pun keluar dari bibirnya. Mereka baru menyadari jika ponsel Ethaan dan ponsel Cheril sama sama tergeletak di meja, memang benar benar ya, mereka berdua. Namun satu hal yang membuat Bryan dan Zio kaget, panggilan masuk dari Kezia di ponsel Cheril, Bryan, Zio dan Elthan saling tatap, namun Eltahn tentu saja langsung mengambil ponsel Cheril. “Halo Mom, ini Elthan ada apa?,” Tanya Elthan. “Cheril dimana?.” Tanya Kezia. “Pergi sama Ethaan, mungkin lagi keluar,” Balas Elthan. “Yaudah, kalau gitu, bilang sama Cheril untuk telfon balik Mommy, Mommy ada perlu sama Cheril,” Jelas Kezia. “Mom, Mom tau Ethaan sama Cheril menginap di apartemen Ethaan?.” Tanya Elthan. “Tau lah, tadi malam Ethaan menghubungi Mommy dan Om Devan,” Ucap Kezia, syukurlah kembarannya itu tidak bikin hal yang aneh aneh. “Mommy tutup, bye,,” Elthan menaruh lagi ponsel Cheril di meja, jika Mommynya tau Ethaan dan Cheril menginap di apartemen ini berarti mereka berdua memang sudah mendapat restu dari Kezia dan Letisha. “Tante Kezia kan tadi yang nelfon?.” Tanya Zio, seakan dia masih tidak percaya. “Hemm,,,” Jawab Elthan. “Lo Elthan kan bukan Ethaan, jangan ham hem doang, emang Cheril itu siapa sih?.” Tanya Bryan lagi. “Anaknya Om Devan, dan gue baru tau semalam pas gala dinner keluarga,” Jelas Elthan, Elthan aja cukup kaget, bisa bisanya dia tidak tau jika Cheril anak Om Devan, pantesan dulu dia bilang jika dia tau Elthan, dia tau keluarga Elthan, ternyata memang Cheril sangat mengetahui keluarganya. “Bagimana bisa, bukannya anak Om Devan Cuma satu, Dava kalau enggak salah?.” Tanya Zio, memang orang tua Zio dan orang tua Bryan cukup mengenal Devan, selain Devan memiliki perusahaan sendiri Devan sampai sekarang masih menjadi asisten Xander. “Cheril tinggal di Kingston Kanada selama ini, Cheril itu sebelas dua belas sama Ethaan, mereka jarang sekali mau tampil di depan public, itu yang gue tau dari cerita tadi malam, makanya tidak banyak yang tau, termasuk gue,” Zio dan Bryan sama sama menganggukan kepala, setelah mendengar cerita Elthan. “Terus tadi malam lo datang sama Hannah atau sendiri?.” Tanya zio lagi, “Sama Hannah, untung aja gue bawa gandengan, kalau enggak mati kutu gue, mana Daddy pake nanya siapa cewek yang pernah nolak gue, untung aja Cheril enggak bicara yang sebanarnya, dia blang enggak tau,” Jawab Elthan. “Ehhhh,,, kita mau disini sampai kapan, Ethaan kemana kok enggak balik sih?.” Tanya Bryan, tentu saja setelah mendengar cerita Elthan Bryan merasa bersalah dengan Cheril dan juga Ethaan. “Entah, Ethaan lebih suka menyendiri jika dia sedang emosi,” Zio dan Bryan lupa akan hal itu, memang Elthan sudah faham jika ada masalah ataupun sedang emosi Ethaan akan menyendiri, entah dimana, tapi Elthan pernah memergoki Ethaan ikut balapan liar saat itu Ethaan sedang bertengakar dengan Kezia karena Ethaan lebih memilih mengerjakan tugasnya di lab kampus dari pada ikut dinner dengan Om Keenan dan keluarga, bahkan setelah itu Ethaan entah pergi kemana, dia menghilang selama satu minggu bahkan Tio dan Baim saja tidak bisa melacak keberadaan Ethaan, namun Ethaan kembali ketika dia merasa bisa meredakan emosinya. “Yaudah cabut aja, ke mall atau kemana gitu, gabut banget kalau Cuma disini, masa pemilik apartemennya enggak ada kita main duduk duduk aja,” Ajak Zio. “Yaudah cabut aja, ke lapangan basket aja, gue udah lama enggak main basket.” Zio dan Bryan mengangguk, tandanya mereka setuju dengan ajakan Elthan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN