First Meet
" Terimakasih " Ucap gadis tersebut dengan ramah, gadis itu adalah Tiara Prisca, Tiara sedang kerja part time di sebuah minimarket dan kebetulan sekarang dia dapat shif malam.
Tiara kemudian mengambil benda pipih di sampingnya saat membuka handphone nya Tiara tersenyum melihat loockscreen yang menampilkan anak laki laki yang menampakkan senyum yang sangat ceria
Dia adalah Sadam Alfaro tapi di panggil Adam adik Tiara adik yang sangat dia sayangi, dan dialah alasan Tiara bertahan hidup setelah kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan setelah mereka pulang piknik keluarga, dan karna itulah Tiara kerja keras selama 2 tahun terakhir.
"Huh udah jam 12 si Anton mana sih kok belom balik dah " Tiara kemudian berniat ingin mengirim pesan ke Anton tapi setelah membuka aplikasi berwarna hijau itu eh malah tangannya memencet room chat dengan Adam dan melihat last seen sang adik pukul 23 : 01 yang artinya Adam telah tidur. Setelah itu Tiara kemudian menekan room chat dengan Anton
Anton
Woy beruk mana lo? Udah jam 12 ni
Toko harusnya dah tutup
Lah gue di toilet cok lagi berak
Kaga liat gua masuk ye lu?
Lah lo kapan masuknya?
Ini nih yang ga gue suka sama lo
Kalo udah fokus ke satu hal ga
liat kiri kanan dah lo
Yee itu tandanya gue orangnya
setia Ga kek lo
Walaupun lo setia juga kaga ada
Yang mau modelan lo lurus.
Lo anjing ya.
Dah gue mo cebok lo mau gue
Bawain Tai gue kaga?
NAJIS BGST.
Dan benar saja Anton keluar dari toilet dengan menaikan kedua alisnya
"Ngapain sih lo najis banget dah gua liatnya"
"Kaga, ini kita tutup sekarang? "
"Iyalah ini juga udah lebih dari jam kerja udah jam 12:15 gara gara acara berak lo lagian lama banget dah itu yang keluar tai ato batu? Lama bener "
"EMAS YANG KELUAR EMAS PUAS LO" Tiara malah mengangkat bahunya acuh " Lagian gue juga ga tahan kali Ra makanya berak dimari kalo aja gue tahan mah lebih enak berak di rumah lebih tenang "
"Udah ah sekarang kita tutup tokonya udah malem banget ini adek gua sendiri di rumah"
Setalah perkara berak pun mereka siap siap menutup toko
"Mau gue anter Ra? "
"Engga deh An gue mau mampir Starbucks dulu beliin si Adam americano biar dia seneng besok kan libur"
"Gapapa gue anter dah sekalian sebagai permintaan maap gue yang berak lama"
"Engga An gue bisa sendiri lagian ini kota masih rame juga"
"Bener nih gue cuma takut ntar lo di goda j****y"
"YANG ADA ELO YANG DI GODA j****y SETAN emosi gue sama lo lama lama"
"Yaudah sih maaf eh tapi bener ini ga mau nebeng? "
"Iyaaa lagian tumben banget lo maksa gue
lo biasanya kalo gue udah nolak 2 kali lo langsung tancap gas"
"Gue juga ga tau dah kenapa yaudah gue duluan ye bay "
"Iye hati hati lo "
Setelah kepergian Anton Tiara pun berjalan menuju jalan pintas ke Starbucks dengan melewati gang demi gang agak serem sih tapi dari pada lewat jalan raya jauh mana kudu sebrang jalan kan repot.
"To.. Tolong ss aragahhhh TOLONGG"
Saat sedang berjalan tiba tiba Tiara mendengar suara orang minta tolong Tiara segera mencari dimana suara itu berasal
"To..long"
Tira terus berjalan dan saat menoleh ke gang sebelah kanan, Tiara melihat seorang laki laki yang sedang lemas terlihat seperti sedang kesakitan tampa pikir panjang Tiara langsung menghampiri laki laki tersebut
"Eh pak bapak kenapa? " Laki laki itupun langsung menatap Tiara lekat membuat Tiara merinding
"Tolong ba bawa saya ke alamat ini dan ini password apart saya" Menyerah kartu namanya pada Tiara.
Jefry Ardian Sukma itu lah nama yang tertera di kartu itu, tak lama Tiara memesan GrabCar untuk membawa Jefry menuju apartemen nya.
Setelah sampai di depan Apart Jefry tersebut Tiara lalu menekan tombol password Apart
"Cepetan bisa ga sih? Saya ga tahan"
"I iya Pak tinggal angka 1nya" Tiara menekan angka 1 dan apart pun terbuka " Nah dah sampe" Tampa sadar Tiara malah menutup pintu Apart tersebut dan mengantar Jefry ke kamar yang ada di apart tersebut
" Nah dah sampe kamar sekarang saya pulang ya pak" Saat hendak membalikan badannya Tangan Tiara justru ditahan
"Loh ini kenapa tangan saya di tahan pak? Saya mau pu" Jefry menarik Tiara ke tempat tidurnya dan menindih Tiara
Tiara kaget takut bukan main pasalnya ini orang lagi mabuk Tiara terus memberontak hingga Jefry berkata
"Tolong bantu saya sekali lagi ini panas dan saya sudah tidak bisa mengontrol nya izinkan saya " Belum Tiara menjawab, Jefry terlebih dahulu mencium bibir Tiara, Tiara melotot bedatapa kagetnya dia pasalnya ini First kiss nya Tiara terus memberontak tapi hasilnya nihil, tenang dia kalah kuat dengan tenaga Jefry.
Memanfaatkan keadaan Tiara yang sudah tak berdaya membuat Jefry yang awalnya hanya menempelkan bibir mereka lalu mulai melumat bibir pink Tiara.
" manis "
kata yang ada di dalam pikirannya setelah mencium bibir Tiara lalu ciuman tersebut pindah ke leher jenjang Tiara. Jefry tak henti henti mencium dan memberikan tanda pada leher Tiara dan selebihnya hanya mereka dan Tuhan yang tau.
sedangkan di tempat lain, Adam terbangun dari tidurnya. " kok tumben ya jam segini kakak belom pulang? " pasalnya ini sudah jam setengah 1 pagi.
Tiara paling lambat pulang itu jam 12, dan sekarang sudah pukul setengah 1 pagi.
" apa gue telfon bang Anton Kali ya? buat tanya kak Tiara " Adam sempat berfikir dan akhirnya ia menelan icon call yang ada di Handphonenya.
" halo bang "
" ooyy nape dam? tumben " jawab Anton
" eem gini bang, lo udah pulang kerja? "
" lah udah pulang gua Dari setengah jam lalu, emangnya kenapa dam? Tiara belum balik ? "
" iya bang ini belom balik gue khawatir dah "
" ANJING SERIUS LO? "
" ya iya bang masa gue bercanda set dah "
" anjing anjing ini masalahnya duhh dam, tadi Tiara bilangnya mau beliin lo americano buat lo "
" bang ini gimana? gue khawatir kakak gue kenapa napa, cuma dia yang gue punya "
" oke oke lo tenang dulu, biar gue cari. entar kalo Tiara udah balik kabari gue "
" iya bang, makasih ya "
" yaudah gue berangkat dulu "
Adam tak henti hentinya berdoa agar kakaknya selalu di lindungi.
Adam benar benar tak tenang, sampai akhirnya handphonenya pun berbunyi
" bang Anton, halo bang gimana? "
" sorry dam, gue ga nemu petunjuk. pegawai coffeenya juga tadi bilang Tiara ga ada kesana "
" yaudah bang gapapa mungkin kakak lagi nunggu ojolnya ato apa gitu "
" yaudah kalo gitu gue balik ya, ntar lo kabari aja gue gimana gimana "
" iya bang, makasih ya sekali lagi udah mau direpotin "
" iya kagak apa, gue balik dulu ya "
Adam pun memutuskan sambungan telfonnya dengan Anton. " sebenernya lo dimana sih kak "