Special Room

1072 Kata
" aah Jeff " Tiara kini sudah seperti cacing kepanasan, pasalnya Jeffrey yang terus menerus menyentuh tubuhnya. Jeffrey mencium leher jenjang Tiara sambil sesekali memainkan d**a Tiara. " ???? ? ?????? ???? ???? ???? " " ??? ? ?????? ???? ???? ?????" Jeffrey yang mendengar ucapan Tiara pun lagi lagi mencium bibir istrinya itu, seperti biasa tangan Jeffrey tak tinggal diam. Jeffrey pun meremas d**a Tiara membuat Tiara lagi lagi mengerang. " Jeff " Jeffrey sangat menyukai Tiara yang mendesah menggunakan namanya, itu terdengar sexy dan meningkatkan gairahnya. Jeffrey kini tengah melepaskan Pakaian miliknya. Tiara yang melihat Jeffrey yang kini tengah full naked pun langsung membuang pandanganya. " kenapa baby? aku sexy ya? " goda Jeffrey " apaan sih " ucap Tiara, Jeffrey yang melihat tingkah istrinya pun terkekeh geli. Tiara pun tiba tiba terbangun dari kasur dan duduk menghadapi Jeffrey yang kini tengah menatapnya. tampa sadar, Tiara mencium bibir Jeffrey, Jeffrey pun dengan senang hati membalas ciuman istrinya dan kini Jeffreypun menindih tubuh Tiara. permainan Jeffrey kini sudah sampai ke intinya, melihat d**a Tiara yang naik turun membuat Jeffrey gemas. Jeffrey pun meremas dan sesekali menghisap p****g Tiara seperti bayi yang kehausan. kegiatan merekapun selesai, kening Tiara kini penuh keringat. melihat itu, Jeffrey pun mengusap keringat Tiara sambil membisikkan kata di telinga Tiara " terimakasih sayang " lalu Jeffrey mencium kening Tiara. " aku jatuh cinta ke kamu lebih dari apapun, jadi jangan pernah berniat buat tinggalin aku ya? " Tiara menganguk " kamu juga jangan pernah berniat buat main di belakang aku Jeff " Jeffrey pun menganguk dan mencium kening istrinya. °•°°•°•°•°°•°•°°•° " udahlah Rey Tiara udah kawin masih aja lo gamonin, bukanya gue udah kasih lo saran? coba aja lo lakuin pasti udah lo dapetin Tiara seutuhnya " ucap Juna sahabat Rey. " lo diem deh Jun gue pusing ga?! " " ya gimana kagak pusing b*****t lo minum 2 botol bjir banget idup lo " " ck sialan harusnya gue yang dapetin Tiara, harusnya gue perkosa aja lagi kemarin waktu gue berduaan di kamarnya harusnya gue udah nikmatin tubuh Tiara AARAGGGHHH " " ebuset ni orang cuma nafsu " kaget Juna " udah deh Rey nasi udah jadi bubur ya mau gimana lagi? " " bohong banget gue kalo gue ikhlas Jun bohong " Rey menangis sambil memegang botol beer miliknya " jangan percaya sama gue kalo gue bilang gue baik baik saja saat tau Tiara nerima pernikahan itu " Juna yang melihat sahabatnya itu pun langsung memegang pundak Rey sambil sesekali memberi nasihat yaa walaupun di dengerin juga kagak. " gue tau Rey lo cinta berat sama Tiara, tapi tolonglah jangan jadi bego gini. liat diri lo, lo hancur banget Rey lo rusak " " ARRRGGHH GUE GA PEDULI ANJING GUE GA PEDULI " Rey langsung membuang botol beer tersebut membuat sepihan kaca Dari botol itu mental mengenai muka Juna dan membuat sedikit goresan di pipi Kiri. " ANJING MUKA GUE KENA BERENSEK " Juna yang tersulut emosi pun memukul Rey dengan sangat kuat, tak ada perlawanan dari Rey, Juna pun membawa Rey ke kamar mandi dan menyiram Rey dengan air. " sadar lo b*****t sadar " Rey langsung tertunduk lemas, tenaganya seperti sudah habis. " lo ganti baju terus tidur, pake aja baju gue dulu " ucap Juna sambil membopong tubuh lemas Rey. " punya temen nyusahin banget, harusnya sekarang gue vcs bareng ayang malah ganggu aja dateng dateng mabok mana lempar botol lagi, anjing emang " Juna benar benar emosi sekarang, tapi melihat kondisi Rey tak tega mau bagaimana pun Rey tetap temannya. sedangkan ditempat lain, Jeffrey tengah berusaha membangunkan Tiara yang masih tertidur di kantor setelah menyelesaikan permainan mereka. " sayang bangun yuk kita pulang " ucapnya sesekali menepuk pelan pipi Tiara " engh Jeff capek banget rasanya " " hahaha maaf ya udah bikin kamu capek, ayo pulang " " mama udah pulang? " " mama mah ga betah di kantor, itupun kalo ga sama kamu mana mau mama kesini " " ooh, jam berapa sih sekarang? " " jam 6 lebih 15 sayang " " HAH?? berarti sore dong? " " iya " " astagaaa Jeff ayo cepat pulang aku belum siapain makan buat makan malam " " kamu tenang aja, nanti kita dinner di cafe aja ajak Adam sama Rama " " tapi mama sama papa gimana? " " tadi papa pergi bareng mama ke bandung jadi mereka baliknya besok " " yaudah kalo gitu suruh aja Rama sama Adam nyusul gimana? " " iya aku udah chat mereka tadi udah nunggu sih mungkin sekarang " mendengar itu Tiara buru buru membersihkan muka dan merapikan rambutnya. sekarang Rama dan Adam sudah sampai di cafe yang Jeffrey beri tau di chat tadi, mereka datang terlalu cepat membuat mereka kembali ke parkiranan. " anying dah bang Jeff lama bener buset " ucap Adam " hooh mau pesen duluan ntar ga jadi dateng lagi " bertepatan setelah Rama mengucapkan kalimat itu mobil Jeffrey mulai memasuki Cafe dan sekarang tengah memilih tempat parkir. " noh itu tu mereka dateng " tunjuk Adam setelah itu, Jeffrey dan Tiara pun keluar dari mobil dan langsung melihat adik mereka sedang menunggu di depan parkiranan. " ngapain kalian diem disini? kenapa ga tunggu di dalem aja? " Tanya Tiara " nanti kita udah tunggu di dalem terus pesen kakak sama abang malah ga jadi dateng " ucap Rama Tiara hanya tersenyum mendengar jawaban Rama " yaudah yuk kita masuk " ajak Tiara sambil merangkul Adam dan Rama. " pesen yang sekiranya bisa bikin kalian keyang, jangan berlebihan itu ga baik buat usus kalian " ucap Tiara rupanya ucapan Tiara dianggap hanya angin berlalu saja, buktinya sekarang Adam dan Rama memesan banyak jenis makanan. " yaampun Adam, Rama! kakak bilang apa tadi jangan berlebihan pesan makanan, sekarang kalian mampu ga habisnya? " Tanya Tiara " udah biarin aja sayang, nanti kalo mereka ga habisin kita ga akan pulang " ancam Jeffrey. mendengar itu, Rama dan Adam saling tatap lalu menelan ludah masing masing. " jujur gue ga mampu juga " batin Adam " apalagi gua " batin Rama, mereka saling liat seolah olah mereka mengobrol melalui telepati. rencana awalnya mereka mau balas dendam sama Jeffrey buat nguras uangnya dengan memesan makanan yang banyak dan harganya tentu saja mahal. tapi setelah makanan mereka datang, mereka juga kaget ternyata sangat banyak " Rip lambung "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN