Lunch

1187 Kata
" eh kalian rencananya mau lanjut kemana? ayolah kita satu kampus aja satu jurusan juga kalo perlu pliss gue ga mau pisaahhhh " " apa banget deh lo kal, ogah gue kalo sampe satu jurusan mending satu Univ ajalah " " nah setuju gue tu sama Rehan, emang kalian mau ambil apa? " Tanya Rama " gue si tehnik " jawab Haikal " gue juga tehnik " " serius Ram? " jawab Haikal " iya " " woyy gue ada temen dong hahaha " Adam menggelengkan kepalanya dan Rehan melempar kulit kacang ke arah Haikal " lo pasti DKV kan Han? " " udah pasti, kalo lo Dam? " " ekonomi bisnis biar gue jadi pengusaha terus jadi CEO muda" " AAMIIN " jawab Rehan, Rama dan Haikal bersamaan. semua siswa pun pandanganya tertuju ke arah bangku mereka, lagian suara mereka kenceng amat wkwk. " eh tapi dimana ini kita daftarnya? " " di itu aja di UI ato di ITB " " tapi apa iya kita di terima? " Tanya Haikal " YA MAKANYA BELAJAR " jawab Rama, Rehan dan Adam " iih g****k banget maneh " sambung Adam Haikal? cuma nyegir nyegir ga jelas. " eh ram, dam, kalian Kan sekarang satu rumah tuh nah terus kalian satu kamar juga? " Tanya Rehan " engga, kita pisah kamar tapi kamar gue sama Adam sebelahan " " kenapa ga satu kamar aja? " usul Haikal " ganggu gue sleep call ntar " jawab Adam " Gaya lo kayak punya pacar aja " " lah kita ga tau nanti pas kuliah dapet cewek, we never know " " nanti gue sama Adam bakal punya kendaraan pribadi " " widih sombong lu " jawab Haikal " ya dong, gue Ducati Adam Lamborghini " " anjing serius lo? " Tanya Rehan " yoksi biar kita jadi maba kece ya ga Ram ? " " yoi dong hahaha " " buset orang kaya mah beda " ucap Rehan dan Haikal bersamaan. •°•°•°•°•°•°•° dilain tempat, Tiara kini sedang bersama Luna untuk dateng ke kantor Jeffrey. Tiara sangat gugup, ia sendari tadi meremas tali Tas miliknya. melihat itu, Luna langsung mengenggam tangan menantunya " gapapa sayang namanya juga pertama nanti juga terbiasa " " aku takut sama tanggapan orang orang ma " " kenapa takut? mantu mama ini cantik, pinter jadi sayang kamu jangan terlalu memikirkan omongan orang orang ya? " " iya ma " Tiarapun sedikit lega. tak terasa mereka kini telah sampai di kantor Jeffrey, semua karianwan disana pun lantas membungkuk kan tubuh mereka sebagai tanda hormat. " ma aku malu " bisik Tiara " ih kamu mah malu aja udah cuek aja Jalan bentar lagi sampe di kantor Jeffrey " merekapun memasuki lift menuju lantai 4 yang mana itu ruang kerja Jeffrey. " nanti setelah sampai di depan ruangan abang mama tinggal ya? mau anterin papa kamu makan siangnya " " iya ma " " nah tuh kamu tinggal lurus ke Kanan nanti ada sekretarisnya duduk samping pintu nanti kalo dia Tanya bilang aja kamu istrinya abang " " iya ma, yaudah Tiara ke Sana dulu ya? mama hati hati " " iya sayang gih samper suami mu itu " ucap Luna sambil mengelus lengan menantunya itu. Tiara pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan Jeffrey, dan benar saja apa yang di kata mertuanya, sekarang dia langsung menghadapi sekretaris Jeffrey. " Maaf mba cari siapa ya? " " saya istri Jeffrey, saya mau mengantarkannya makan siang, jadi saya boleh masuk? " terlihat ragu " baik tapi saya boleh tanya Pak Jeffrey dulu? " " boleh " sang sekretaris pun masuk ke ruangan Jeffrey. sambil menunggu Tiara melihat langit yang terpancar dari arah jendela " Indah " ucapnya. saat sedang asik melihat langit, tiba tiba saja Jeffrey datang bersama sekretarisnya dan langsung memeluk Tiara dari belakang. " kamu kok datengnya lama sayang? aku nunggu kamu dari tadi " ucapnya sambil mencium kening sang istri. melihat bossnya yang bermesraan pun sang sekretaris itu lantas menegur bossnya " lo kalo mau mesra mesraan di dalem aja dah sepet gue liatnya " " loh ? " kaget Tiara saat mendengar sekretaris Jeffrey dengan tata bahasanya " hahhahaha kaget ya? kenalin gue Yudis " ucapnya sambil berjabah tangan dengan Tiara " temenya Jeffrey bestie gitu deh tapi kemarin gue ga sempet ikut ke pernikahan kalian soalnya gue ada urusan keluarga di luar Kota dan ga bisa gue tinggalin. ?????? ??????????????? ??? ???? ???????, Tiara " " terimakasih Yudis " ucap Tiara sambil tersenyum " udah yuk sekarang kita kedalem, aku kangen kamu " " halah gegayaan lo setan " ucap Yudis Jeffrey tidak menggubris omongan Yudis dan sekarang Jeffrey mendudukan Tiara di pangkuannya, sambil sesekali mencium pundak Tiara. " Jeff bisa jangan cium dulu ga? ini makanan kamu nanti berantakan ini juga ngapain sih harus aku di pangku segala? " " ck, biarin aku mau kamu suapin aku aku bener bener kangen sayang salah emang? " Tiara memutar bola matanya, " ga salah Jeff ??? ??? ??? ???? ??? geli aku ih " ucapnya, pasalnya Jeffrey terus menerus mencium pundak Tiara. " ???? ? ??? ???? ????? ?? ???, ??? ? ???? ???? ???? ????? ?? ?????? " Tiara salah tingkah mendengar apa yang Jeffrey bilang tadi " iya boleh tapi makan dulu " " that's my wife " ucap Jeffrey lalu setelah itu mengecup bibir Tiara. Tiara dengan telaten menyuapi Jeffrey dan posisinya Masih Sama, di pangkuan Jeffrey. Tiara sudah menolak ingin mengajak Jeffrey makan di sofa tapi laki laki itu tidak mau. " sayang kamu tau ga? " Tanya Jeffrey " enggak, emang apa? " " Si Yudis dulu pernah Mukul muka aku di cafe " " loh kenapa bisa? " " iya soalnya aku cerita soal kejadian malam itu " " masa sih? terus sekarang muka kamu masih ga? " " engga sih udah sembuh di kompresin sama Dion " " Dion yang waktu itu ikut kerumah? " Jeffrey menganguk sambil menguyah makanan yang Tiara suapi " Temen kamu ada berapa Si? " " ada 3, Dion, Theo sama Yudis " " lah terus tamu yang banyak itu siapa aja? " " rekan bisnis, mereka bukan teman karna bisa aja mereka jadi musuh " Jeffrey pun meminum air" udah aku keyang, sekarang aku mau ciuman " Tampa menunggu jawaban Tiara, Jeffrey langsung mencium kening Tiara lalu mencium kedua mata Tiara, kedua pipi, hidung dan mulut. Jeffrey pun langsung memegang wajah Tiara, di lumatnya bibir Tiara yang sudah menjadi candu baginya. Tiara pun kini sudah menaruh tanganya di leher Jeffrey. tangan Jeffrey kini sudah tidak bisa diam, Jeffrey terus mengelus punggung Tiara. Tiara yang mendapatkan sentuhan itupun mengerang " nggh Jeff tanganya bisa diem ga sih? " ucap Tiara yang sudah melepaskan ciuman mereka. "? ???? ???? ???? ????, ?? ?? ????????? " "??? ???? ?? ???????'? ?????? " "? ???? ? ??????? ????, ?? ??? ??, ?????? " bohong jika Tiara juga tidak mengingkan Hal yang lebih. " baby? " tanya Jeffrey Tiara pun mengangukkan kepalanya, Jeffrey pun langsung menuntun Tiara untuk ke dalam kamar yang ADA di dalam ruangnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN