About Rey

1826 Kata
setelah mendengarkan apa yang Adam katanya tadi saat kerumahnya kalau besok keluarga Jeffrey akan datang untuk melamar Tiara, membuat hati Rey rasanya sangat sakit. pasalnya Rey sudah lama menyukai Tiara bahkan Dari mereka kecil, awal pertemuan mereka dulu waktu itu Tiara sedang bermain sepeda didepan komplek, lalu Tiara terjatuh dan Tiara di tertawakan oleh teman temannya. melihat itu, Rey pun menolong Tiara yang sedang menangis dan terus terusan di ejek oleh anak anak komplek seumuran Tiara. Rey pun menyuruh anak anak tersebut untuk berhenti mengejek Tiara dan menyuruhnya pergi. Tiara pun yang melihat Rey menolongnya hanya mengucapkan terimakasih lalu kembali bersepeda untuk pulang, saat itu entah kenapa Rey melihat Tiara sangat menggemaskan apalagi waktu pertama kali tatapan mereka bertemu, Rey melihat ingus Tiara yang keluar beriringan dengan Air matanya. lalu besoknya lagi, Rey yang baru bangun tidur pun lantas menuju dapur untuk sarapan. tetapi saat menuruni tangga, ia melihat anak perempuan yang tak asing baginya. dan benar saja, Anak perempuan itu Tiara, Tiara yang sedang bermain bersama adiknya Aira pun tertawa sangat kencang saat ia berhasil memenangkan permainan ular tangga yang sedang Tiara dan Aira mainkan. " lucu " batinya. Hari demi hari berlalu, Rey yang kini telah memasuki SMA dan Tiara kini telah masuk SMP. persahabatan Aira dan Tiara sangat awet, dan itu sangat menguntungkan bagi Rey. Rey dan Tiara pun semakin dekat, Tiara yang kini sudah bisa membuka diri kepada Rey. yaah walaupun Tiara mengangapnya hanya sebagai kakak. saat sedang asik melihat lihat foto Tiara yang berhasil Rey ambil diam diam, tiba tiba Aira datang dan membuatnya kaget. " WAAHHH SUKA TIARA LO YA BANG?? " " apaan sih lo lagian juga ngapain lo ngintip ngintip HP gue, privasi tau " " elaaah sante aja anjir kalo suka mah suka aja kagak gua bilang ke Tiara slaww ma gua" " iya, gue suka Tiara. awas lo bilang bilang Tiara abis lo sama gue " " iya anjir kagak " waktu semakin cepat begitupun rasa suka Rey ke Tiara semakin besar, segala cara ia lakukan untuk membuat Tiara lebih dekat denganya. " gue harus gimana lagi biar Tiara suka sama gue " Rey pun menelpon Juna salah satu temannya yang selama ini tempat ia Sharing perasaannya ke Tiara. " lo kemana sih lama banget angkatnya " " yee jancok lo ga liat ini jam berapa? " " berapaan emang? " " JAM 1 BODOH " " ga tau ga terlalu merhatiin Jam " " ganggu orang sleep call aja lo, ngapain telfon telfon " " menurut lo, gue harus gimana buat dapetin Tiara? " " ya pepetinlah anjing kaku banget jadi cowok " " masalahnya selama ini Tiara ga pernah ngeliat gue sebagai cowok " " HAH? TERUS SELAMA INI DIA NGELIAT LO KAYAK APA? KAYAK BOTI? BENCONG ATO KAYAK- " " gausah teriak teriak, maksud gue dia ga pernah liat gue sebagai cowok yang mau pdktin dia, dia selalu ngeliat gue kayak kakaknya " " susah sih kalo kayak gitu, eh tapi gue ada rencana nih kayaknya bakal berhasil " " jangan aneh aneh gue ga ma- " " udah lo diem aja dengerin dulu " " yaudah " " jadi gue ada ide nih gimana kalo ntar pas pulang kerja gue ntar tabrakin Ti - " " GA! APA APAAN LO " " makanya dengerin dulu anjing ah elah " " lo nyuruh gue tabrakin Tiara terus rawat dia biar dia simpati ke gue, iya kan? " " hehhee iya " " gak gue ga mau apaan sih lo ga jelas tai " Rey pun memutuskan sambungan telfonnya dengan Juna " sesat tuh anak " Rey pun memilih untuk tidur tapi saat memejamkan matanya, ia tidak bisa terlelap malahan perasaannya jadi gelisah sekarang. Rey pun memilih untuk membuat s**u ke dapur dengan harap setelah meninum s**u, ia bisa tertidur seperti Aira yang bisa tidur dengan meninum s**u. " ma Ai kemana? " " kerumah Tiara tadi di telfon Adam " Rey terkejut, pikirannya kemana mana " Abang coba susul gih mama takut Tiara kenapa napa " Rey pun langsung berjalan keluar tapi saat hendak keluar, Aira sudah pulang dengan mata yang seperti Aira sudah menangis. melihat adiknya yang kacau, Rey pun langsung membawa Aira kedalam. " loh dek kenapa kamu kok lemes gitu? " " mah abang " " kenapa ada apa? " " Tiara ma tiara " mendengar nama Tiara, Rey langsung kaget " kenapa, Ara kenapa Ai? " Tanya Rey " Tiara di perkosa tadi malem bang " tangisan Aira pecah saat itu juga, Rey pun langsung terlemas. ia langsung keluar dan mengabaikan panggilan Mamanya. hatinya rasanya sakit, perempuan yang ia jaga sendari dulu itupun dirusak oleh orang yang bahkan Rey tidak tau siapa. tak terasa air matanya keluar dan dengan segera ia menghapusnya. dia sangat mencintai Tiara, di dalam hati dan matanya Tiaralah wanita yang paling menarik, baik, cantik setelah Mama dan Aira. setelah lama berdiam di taman, Rey pun bergegas ke rumah Tiara untuk melihat kondisi Tiara sekarang. "ANJING " "Gue bukan Anjing" "Huh" Adam mengelus dadanya karna kaget Rey tiba tiba di depan pintu aja "Ya elu sih bang tiba tiba di depan pintu mana pakaian lo serba hitam gue kan yang baru buka pintu kagetlah" "Mau kemana? " "Iya Bang karna kak Aira tadi telfon gue bilang lo mau kesini kebetulan temen gue ngajak ke rumah dia gitu jadi karna lo kesini gue akhirnya bisa keluar, mumet otak gue Bang" "pulangnya jangan malem malem" "Sipp jangan pulang sebelum gue pulang ye Bang" Rey hanya menangguk sebagai jawaban "Gue pergi dulu " Rey melangkah menuju kamar Tiara melihat apakah Tiara sudah tertidur atau belum "Udah tidur ga ya tu anak" Saat sampai di depan pintu kamar Tiara Rey mengetuk pintu kamar Tiara lebih dulu Karna tidak ada satuan dari dalam Rey menuju dapur untuk memasakan indomie kkuah soto esukaan Tiara, Tiara sulit ga mau makan indomie kuah soto bagaimanapun keadaannya apalagi kalau sedang galau dia bisa habisin indomie soto 2 bungkus sendirian Indomie pun sudah jadi Rey kembali ke kamar Tiara Klek bunyi pintu di buka dan menampilkan Tiara sedang duduk dan melamun di atas kasur Rey pun samper Tiara dengan membawa semangkuk Indomie yang di masak tadi "Makan gue tau lo belom makan dari tadi pagi" "Aku kenyang kak" Tiara menolak Indomie? Artinya dia benar benar rapuh "Makan ya satu sendok aja yang penting cacaing pe-" "BISA DIEM GA? AKU BILANG ENGGA YA ENGGA KALIAN KENAPA SIH?! DARI TADI NYURUH AKU MAKAN MAKAN MAKAN AKU GA BUTUH MAKAN!! YANG AKU BUTUHIN SEMUANYA KEMBALI SEPERTI SEMULA!! DAN YA AKU GA LAPER KAMU DENGER??! " Rey sangat kaget pasalnya ini kali pertama Tiara seperti ini "DENGER TIDAK? " "iya gue dengar " "pergi biarin aku sendiri" Rey tidak mendengarkan perkataan Tiara ia malah memeluk Tiara membuat Tiara semangakin terisak "kak Rey aku di perkosa aku- aku udah ga-" "Sstt diem ya kamu ga sendiri ada aku ada Adam , Aira, mama papa semua ada di sisi kamu" jujur hati Rey benar benar hancur, ingin sekali dia menangis saat itu juga. "Kak aku hancur kak gimana kalau aku hamil?" Tiara lagi lagi menangis di pelukan Rey, Rey terus mengelus pundak Tiara agar ia lebih tenang "Nikah sama gue" Tiara melepas pelukan mereka "Enggak kak Rey ga salah kak Rey ga boleh nikahin Tiara kak Rey-" "Gue cinta sama lo gue Terima lo apa adanya gue siap nikahin lo bukan karna apa apa selain karna cinta, gue siap nikahin lo jangan cari orang yang sudah buat lo kayak gini kalo lo siap kita bisa menikah lusa" "Kak" "Jangan khawatir mama papa pun setuju jikalau gue nikah sama lo apalagi Aira, tinggal nunggu keputusan dari lonya aja" "Kasi aku waktu untuk memikirkannya kak" "Hmm sekarang mau makan ga? Sayang banget indomie nya gue udah bela bela masak masa lo-" "AKU MAU!! " "Udah gue aja yang suapin " "Makasih ya kak Rey" "Lo udah bikin gue banyak bicara malam ini jadi jangan ngomong lagi cukup makan abis itu istirahat" "Oke eh tapi kak Adam mana? " "Pergi ke rumah temennya" "Ooh" Tiara pun menerima suapan demi suapan dari Rey enak sekali makan sambil di suapin terakhir kali dia makan disuapin saat orang tuanya masih hidup dan itu sekitar 2 tahunan membuat Tiara rindu papa mamanya. "Indomienya udah habis sekarang lo istirahat" Tiara hendak berbicara, seakan tau apa yang akan di katakan Tiara " Iya gue ga kemana mana gue di ruang tengah" Setelah mengatakan itu Rey menarik selimut agar menutupi bada Tiara "Sleep well darling" •°•°•°•°•°•°•°•°•°•°•° Hari hari terus berlalu, Rey tak ada niatan untuk mencari pelakunya karna ini juga kesempatan baginya untuk mendapatkan Tiara. " gue harus cari cara kalo misal pelakunya cari Ara, gue harus halangin biar dia ga ketemu Ara " malam pun tiba, Rey dan keluarganya sedangkan menikmati makan malam dengan kidmat. tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah mereka. " bang buka pintunya tu " perintah papanya, Rey pun membuka pintu rumah dan yang mengetuk itu Adam. " ngapain lo? " " ada yang gue mau bilang bang udah ah gue masuk " " loh Adam, tumben dateng malem malem " " gini tan bentar aku mau ayam kremesnya " " set dah ni bocil " " jadi gini om, tante. Adam mau kasi tau kalo pelakunya kak Tiara udah aku temuin " " HAH YANG BENER AJA LO BOCIL " kaget Aira " iya kak ternyata pelakunya itu abangnya temen gua si Rama dan ternyata dia juga di jebak " " terus diamana dia tau kalo yang dia perkosa itu Ara? " " ga tau jelasnya, intinya besok dia mau dateng sama keluarganya dan mau ngelamar kakak dan aku pengen om sama tante dateng kerumah untuk nyaksiin besok " perasaan Rey tak bisa di deskripsikan harapan Rey hanya satu, Tiara tidak menerima lamaran itu. hari esok pun tiba, Rey tadi malam tak tidur. pikirannya kalut ia ingin menghentikan lamaran itu, tapi melihat Adam yang setuju dan orang tuanya juga setuju Rey bisa apa? " gue tau bang ini berat bagi lo tapi apapun keputusan Tiara lo harus terima, karna sejatinya cinta adalah mengihlaskan " Aira terus menguatkan Rey, Aira tau abangnya saat ini sangat rapuh pasalnya ia adalah saksi segimana Rey sangat mencintai Tiara. " gue tau, udah jangan pikirin gue " kini mereka telah sampai di rumah Tiara begitupun dengan keluarga Jeffrey, acara berlangsung lancar hingga saat mereka menanyakan keputusan Tiara. Rey berdoa agar Tiara menolak lamaran tersebut tapi saat seleseai berdoa Tiara pun mengeluarkan suara " iya aku mau " bagai disambar petir, tubuh Rey langsung lemas air matanya pun hampir keluar. kini, cintanya yang bertahun tahun tak ada balasan, hati Rey hancur tak tahan mendengar semua ucapan syukur yang orang orang ucapkan, Rey memilih untuk keluar dan mengansingkan dirinya untuk beberapa waktu. " kenapa kamu nerima dia Ara? aku kurang apa selama ini? jauh sebelum dia datang aku sudah mencintaimu "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN