Adam berfikir jika dia ke rumah Rama siapa yang menjaga kakaknya? Terlebih sekarang sudah malam Kalau tidak pergi dia pengen ngomongin hal ini juga dengan teman temananya kali aja bisa membantu
"Skip aja lah gue males keluar"
"Tumben biasanya kalo kerumah gue lo paling seneng mau godain emak gua"
"Pokonya skip dah gue kali ini"
"Emak gue bikin tumis kangkung loh tadi Dam trus mak gue bikin ri-"
"Bacot iye iye gue kesana " Mana bisa Adam skip tumis kangkung dan risol buatan tante Luna
"Eh tapi kakak bakal sendiri dirumah gue harus gimana dong kalo ga dateng sayang banget risol tante Luna" Sambil memilih jaket Adam berfikir bagaimana cara agar aman ninggalin Tiara.
"Ah iya kak Aira " Adam menelfon Aira agar Aira nemenin Tiara
halo kak bisa ke sini ga? Temenin kakak, gue mau ke rumah Rama"
"Buset lebih penting rumah Rama dari pada kakak lo gitu ya Dam? "
"Bukan kak tapi tante Luna masak tumis kangkung sama Risol kak Aira tau banget gue ga bisa yang na-"
"Iya Dam iya udah pergi aja Bang Rey mau kesana kok liatin si Ara"
Rey itu abangnya Aira Rey juga suka Tiara dari lama tapi Tiara udah anggap Rey kakaknya sendiri makanya ga bisa jatuh cinta ke Rey
"Bang Rey tau ga kak? "
"Iya tau mama papa juga tau kata mereka kalau terjadi apa apa dan yang ngelakuin itu ga ketemu temu kak Rey siap kok mama papa juga "
"Kak tapi-"
"Iya udah ah lo sama pergi kejer tumis kangkung sama risol lo itu "
"Gue bakal cari pelakunya"
"Iya Adek gue yang ganteng dah bye"
Adam bersumpah jika pelakunya ketemu dia bakal hajar sampe bonyok pokoknya sampe Adam puas nonjok dia.
"ANJING "
"Gue bukan Anjing"
"Huh"
Adam mengelus dadanya karna kaget Rey tiba tiba di depan pintu aja "Ya elu sih bang tiba tiba di depan pintu mana pakaian lo serba hitam gue kan yang baru buka pintu kagetlah"
"Mau kemana? "
"Iya Bang karna kak Aira tadi telfon gue bilang lo mau kesini kebetulan temen gue ngajak ke rumah dia gitu jadi karna lo kesini gue akhirnya bisa keluar, mumet otak gue Bang"
"pulangnya jangan malem malem"
"Sipp jangan pulang sebelum gue pulang ye Bang" Rey hanya menangguk sebagai jawaban "Gue pergi dulu "
Rey melangkah menuju kamar Tiara melihat apakah Tiara sudah tertidur atau belum
"Udah tidur ga ya tu anak" Saat sampai di depan pintu kamar Tiara Rey mengetuk pintu kamar Tiara lebih dulu
Karna tidak ada satuan dari dalam Rey menuju dapur untuk memasakan indomie kkuah soto esukaan Tiara, Tiara sulit ga mau makan indomie kuah soto bagaimanapun keadaannya apalagi kalau sedang galau dia bisa habisin indomie soto 2 bungkus sendirian
Indomie pun sudah jadi Rey kembali ke kamar Tiara
Klek
bunyi pintu di buka dan menampilkan Tiara sedang duduk dan melamun di atas kasur Rey pun samper Tiara dengan membawa semangkuk Indomie yang di masak tadi
"Makan gue tau lo belom makan dari tadi pagi"
"Aku kenyang kak" Tiara menolak Indomie? Artinya dia benar benar rapuh
"Makan ya satu sendok aja yang penting cacaing pe-"
"BISA DIEM GA? AKU BILANG ENGGA YA ENGGA KALIAN KENAPA SIH?! DARI TADI NYURUH AKU MAKAN MAKAN MAKAN AKU GA BUTUH MAKAN!! YANG AKU BUTUHIN SEMUANYA KEMBALI SEPERTI SEMULA!! DAN YA AKU GA LAPER KAMU DENGER??! " Rey sangat kaget pasalnya ini kali pertama Tiara seperti ini
"DENGER TIDAK? "
"iya gue dengar "
"pergi biarin aku sendiri" Rey tidak mendengarkan perkataan Tiara ia malah memeluk Tiara membuat Tiara semangakin terisak
"kak Rey aku di perkosa aku- aku udah ga-"
"Sstt diem ya kamu ga sendiri ada aku ada Adam , Aira, mama papa semua ada di sisi kamu"
"Kak aku hancur kak gimana kalau aku hamil?" Tiara lagi lagi menangis di pelukan Rey, Rey terus mengelus pundak Tiara agar ia lebih tenang
"Nikah sama gue" Tiara melepas pelukan mereka
"Enggak kak Rey ga salah kak Rey ga boleh nikahin Tiara kak Rey-"
"Gue cinta sama lo gue Terima lo apa adanya gue siap nikahin lo bukan karna apa apa selain karna cinta, gue siap nikahin lo jangan cari orang yang sudah buat lo kayak gini kalo lo siap kita bisa menikah lusa"
"Kak"
"Jangan khawatir mama papa pun setuju jikalau gue nikah sama lo apalagi Aira, tinggal nunggu keputusan dari lonya aja"
"Kasi aku waktu untuk memikirkannya kak" suasana pun mendadak dingin, Rey terdiam begitupun Tiara.
"emm sekarang mau makan ga? Sayang banget indomie nya gue udah bela bela masak masa lo-" ucap Rey yang berusaha menecahkan keheningan tadi
"AKU MAU!! " ucap Tiara yang terdengan antusias.
mendengar itu Rey pun tersenyum manis "Udah gue aja yang suapin "
"Makasih ya kak Rey"
"Lo udah bikin gue banyak bicara malam ini jadi jangan ngomong lagi cukup makan abis itu istirahat"
"Oke eh tapi kak Adam mana? "
"Pergi ke rumah temennya"
"Ooh" Tiara pun menerima suapan demi suapan dari Rey enak sekali makan sambil di suapin terakhir kali dia makan disuapin saat orang tuanya masih hidup dan itu sekitar 2 tahunan membuat Tiara rindu papa mamanya.
" kak Kira kira mama sama papa kalo masih hidup kecewa ga ya sama aku yang kaya gini? hahaha pasti mereka jijik punya anak Kaya aku yang ga bisa jaga diri " ucap Tiara sambil menguyah Mie.
" kenapa lo ngomong gitu ? "
" ya.. ya gapapa emang bener Kan mereka pasti kecewa "
" Ra dengerin gue, lo disini korban. lo ga mau Kan ini kejadian? dan juga lo Kan udah ngelindungi diri lo sendiri, lo ga semata mata menyerahkan diri lo gitu aja " jelas Rey
" tapi tetep aja kak aku udah ga suci, aku udah rusak, aku ud- "
" diem bisa ga sih Ra?! kalo gue bilang enggak ya enggak " Rey yang sudah emosi pun lantas membentak Tiara, Tiara yang di bentak pun terkejut dan menundukkan kepalanya.
melihat itu, Rey langsung memalingkan pandanganya " udah ah mending lo lanjut makan gue mau ruang tamu " Tak menunggu jawaban dari Tiara, Rey langsung bergegas menuju ruang tamu.
" kalo lo tau Ra, gue sakit banget denger lo mgomong kaya gitu. gue bahkan benci sama diri gue sendiri yang ga bisa ngelindungi lo, ga bisa jadi orang yang ngelindungi lo " tanpa sadar, air mata Rey turun. dengan segera Rey menghapusnya dan mencoba untuk memejamkan matanya.