35. galau

1144 Kata

“Yes, it is.” Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang. Dadaku terasa kosong, entah karena aku lega telah menyuarakan semuanya, atau karena hilangnya sesuatu yang dengan sengaja aku buang sendiri. Jo lagi-lagi menampilkan senyuman hangatnya. “Well, I've guess that. Kalau itu mau kamu, what else can i do, right?” Dengan penuh paksaan, aku memaksakan diri untuk tersenyum. “Terima kasih lo udah paham.” Jo mengangguk. “So … we will act like strangers again or you want to be friends?” tanya Jo dengan hati-hati. “Ah, please don’t. Just act like you dont know me.” Untuk pertama kalinya, aku merasa seperti manusia paling egois se-alam semesta. Aku bahkan mengucapkan kalimat itu dengan penuh keyakinan, sama sekali tidak memperdulikan perasaan Jo saat mendengar racun itu. Aku tidak bisa berhub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN