Sandra menghela napasnya dengan kasar. Untuk yang kesekian kalinya, ia menoleh pada Bima, memberi kode pada sahabatnya itu untuk membujuk Jo yang sekarang sedang GaTol alias galau total. “Jo, lo emangnya nggak pergi kuliah?” tanya Bima sambil menggoyangkan tubuh cowok yang sekarang sedang terduduk lemas di sofa rumah Bima dengan pandangan kosong. Dengan lemas, Jo menggeleng. “Nanti kalau misalnya gue ketemu Aya gimana?” Sandra mengacak-acak rambutnya. Jika keadaannya seperti ini, dia yang paling sengsara lantaran bingung harus berpihak pada siapa. “Kampus luas kali, Jo. Fakultas lo sama Aya juga jauh. Mana mungkin ketemu,” ujar Sandra dengan nada putus asa. Sumpah, tadi malam dia sudah mengurus Aya sampai subuh dan kini pagi buta sudah dipanggil Bima untuk bantu membujuk Jo yang tidak

