CHAPTER 21

1230 Kata

Aira menyuguhkan sepiring kecil makanan dan segelas air, meletakkannya di lantai, dekat dengan kaki Yumira yang terikat dalam pose ebi shibari yang ekstrem. Aroma masakan yang menguar memenuhi indra penciuman Yumira—yang kini hanya bisa mendengus di balik sumpalannya. "Apakah kau ingin makan atau minum, Yumira-san?" tanya Aira dengan nada santai, seolah tak ada yang aneh dengan situasi ini. Yumira hanya bisa mendengus sebagai jawaban, sebuah rintihan frustrasi yang tertahan. Wajah polosnya masih merah merona, menunjukkan rasa malu dan kebingungan. Aira menepuk dahinya pelan, ekspresinya seolah lupa akan sesuatu yang penting. "Ah, maafkan aku. Aku lupa melepaskan sumpalan dan penutup matamu," katanya, nadanya sedikit jenaka. Dengan gerakan cepat dan cekatan, Aira melepaskan ikatan kain p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN