CHAPTER 24

1298 Kata

Langit di atas rumah Aira kini telah sepenuhnya gelap, hanya diterangi oleh kilau samar bulan yang terhalang awan tipis, menciptakan suasana yang semakin mencekam di ujung jalan sepi itu. Pepohonan tinggi di sekitar rumah berdiri seperti penjaga bisu, daun-daunnya bergoyang pelan diterpa angin malam yang dingin. Di ambang pintu, udara terasa berat, seolah menyimpan rahasia yang belum terucap. Cahaya hangat dari dalam rumah Aira memancar keluar, namun kini terasa seperti jebakan yang menggoda, menarik namun penuh bahaya. Luira berdiri dengan anggun meski tali gote shibari masih membelit tubuhnya, jas yang dikenakan Riria menutupi ikatan itu, namun tekanan tali di kulitnya tetap terasa, terutama di area s**********n yang membuat setiap langkahnya sedikit canggung. Riria, di sisinya, memancar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN