CHAPTER 23

1725 Kata

Langit di atas kota telah sepenuhnya berbalut kelabu, dengan sisa-sisa jingga senja kini lenyap, seolah malam telah menelan semua kehangatan hari. Jalanan yang dilalui Luira dan Riria semakin sepi, hanya suara langkah kaki mereka yang bergema di trotoar, bercampur dengan desau angin malam yang membelai dedaunan kering. Udara dingin menyengat kulit, membuat Riria menarik jaketnya lebih rapat, matanya tak henti-hentinya melirik ke sekitar, waspada terhadap tatapan asing yang mungkin memperhatikan Luira. Jas yang ia kenakan pada Luira menutupi tali-tali gote shibari yang membelit tubuh sahabatnya, namun Riria tetap bisa melihat garis-garis tali itu menonjol di bawah kain, terutama di area s**********n yang membuatnya merasa canggung setiap kali pandangannya tak sengaja tersasar ke sana. Bagai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN