"Al,,,alyaaaa."
Sudah tiga kali nelin memanggil nama alya tetapi tidak ada sahitan.Seketika nelin berbalik badan menghadap alya dan mata nelin membulat dan tangan di pinggang sambil menghentakkan kakinya kesal karena sedari tadi manggi alya tapi gak di respon malah asik melamun dan tidak memperhatikan nya.
"Al,,lo ngapain sih, dari tadi gue panggil gak nyaut.?"
Tetap alya tidak bergeming dan tetap melamun sambil menatap perutnya dan entah nelin tidak tau alya melamunin apa.
Sedangkan alya sendiri sibuk dengan lamunannya.alya teringat jika dia sedang hamil dan membayangkan bila sesuatu terjadi dengan kandungan nya.kemungkinan buruk di pikiran alya memikirkan kedepannya gimana dengan kandungan yang semakin hari makin besar.
Tangan mulus itu mengelus perut dan tatapan kosong menatap tangannya mengelus perut,bagaimna jikalau ada yang tau dia sedang hamil,mungkin orang-orang banyak yang menghina atau bahkan mengusirnya.
Mengelus perut yang masih rata semua pikiran bayangan terlintas dibenaknya.
"Al"
Panggil nelin seketika itu juga hilang lamunan alya dan tersadar jika dari tadi tangan nya mengelus perut dan segera melepaskan takut jika nelin tau apa yang dia lakukan.
"Eh iya,apa nel" sontak Alya menghadap nelin dan senyum kaku tangan mengusap belakang kepala, lalu merapikan bajunya.
"Lo kenapa sih,melamun dari tadi?." Tanya nelin heran.turun dari tempat berdirinya nelin lalu duduk di meja yang saat ini alya sedang memasukkan bajunya ke tas karena alya sudah selesai mengganti baju dan terakhir merapikan rambut berantakan.
"E-enggak papa kok."tersenyum canggung ketahuan sedang melamun tapi syukurlah nelin tidak melihat tangan alya yang sedang memegang perutnya.
"Beneran?." Tanya nelin memastikan kenapa alya tadi melamun.
"Beneran gue gak papa kok." Alya berusaha melupakan apa yang dia lamunkan berharap semoga kemungkinan kecil tidak terjadi entah bagaimana kalau itu terjadi.
Sekarang mungkin usia kandungannya masih beberapa minggu jadi masih belum kelihatan entah alya tidak tau pasti berapa umur kandungan.
Niatnya nanti ketika sudah lumayan besar akan dia usg karena khawatir dengan kandungan meskipun tidak di harapkan tapi dia tidak mau menjadi pendosa lagu dengan tidak merawat anaknya.
"lo kalo ada masalah ngomong aja sama gue,pasti gue bantu kok,tapi kalo gue bisa ya, hehehe." Cengengesan nelin mengusap lehernya dengan kaki yang berayun ayun di meja,mata nya yang sipit tambah sipit ketika dia tersenyum melu-malu.
"Hahaha,lo lucu tau gak." Lepaslah tawa Alya melihat kelakuan nelin yang bertingkah seperti anak kecil,dan sangat labil dalam tingkah nya.
"Iiihhhhh gemeesssss."kedua Tangan mulus alya mencubit pipi nelin yang sedang menampilkan wajah imut,di tarik kedua pipi nelin.
" Ihhh,alyaaaaa,sakit tau."sungut nya kesal pipi chubby di cubit alya dengan keras.di usap-usap bekas cubitan di pipinya dan terus menggerutu kesal dengan alya.sedangkan alya dengan tampang tak berdosa nya terus tertawa melihat wajah cemberut nelin dan mengambil tas di atas meja dan beranjak karena jam nya eskul bentar lagi mulai.
"Yukkk keluar,,gue udah mau eskul nih"
"......"nelin tak mau menyahut dan tidak juga mau beranjak dari duduknya, memalingkan wajahnya ke samping dan tidak mau melihat alya.
"Nel,,ayokk lo mau gue tinggal di sini?."
Ancam alya karena tidak melihat pergerakan dari nelin dan tetap memalingkan wajahnya kesamping menghindari alya.
"Nel,,ayookk"
"...."
Tetap nelin diam membisu seakan tidak mau berbicara dengan alya karena kesal, sebenarnya nelin tidak lah kesal beneran dia hanya bercanda karena dia sedikit sebal sama alya.
"Udah ya,,gue minta maaf" bujuk alya menghampiri nelin dan meraih tangannya di ayun ke kanan ke kiri dengan memasang wajah imut andalan alya jika nelin merajuk dengan nya dan ya berhasil karena nelin mau melihat dirinya.
"Hahahaha"
Akhirnya nelin tertawa melihat wajah imut alya. Ya dia hanya bercanda dengan alya.
"Yukkk ah keluar nanti lo telat lagi." Ajak nelin dan melompat turun dari meja dan berjalan meninggalkan alya yang menatap cengo ke arahnya.dia yakin sebentar lagi alya akan teriak karena dia tinggal begitu aja setelah bikin drama merajuk tadi.
"NELINNNNNNN,,,TUNGGUIN GUE." Kan bener alya akan teriak karena dirinya meninggalkan begitu saja dan bergegas menyusul dengan lari kecil memegang perut seakan takut isi perutnya jatuh ketanah karena kalau dirinya lari dia takut akan terjadi apa-apa sama kandungan nya.
"Hahahaha,ayo cepet sini lo."tawa nelin membahana di kolidor sekolah dan menjadi bahan tatapan anak-anak lain yang masih ada di sekitar sekolah di tempat nya berada.
Tak seberapa mereka jalan sambil tertawa mengejek satu sama lain dan melewati beberapa kelas menuruni tangga lalu berbelok belok untuk sampai lapangan basket yang ada di lapangan samping halaman sekolah.
Tiba disana mereka melihat banyaknya anak-anak perempuan lainnya sedang duduk di Tribun melihat para anak cowo sedang latihan basket tak jarang mereka teriak histeris ketika melihat para cogan nya SMA sini.
Apalagi ketika salah satu dari mereka mengangkat baju menampilkan roti sobeknya menimbulkan suara teriakan histeris para cewe yang melihat nya.
"Ck ck,mereka selalu aja begitu." Decak nelin ketika mendengar teriakan-teriakan histeris.
Posisi mereka saat ini sedang duduk di Tribun juga tapi di bagian bawah karena sebentar lagi giliran para cewe yang main. Alya dan nelin sambil menunggu teman alya yang sedang ganti baju.
",Al lo gk teriak juga ikut nyemangati mereka yang sedang main?." Tanya iseng nelin kepada alya yang sedang membenarkan sepatu.
Sebenarnya kalau pun tidak bertanya pasti suda tau jawabannya karena dia tau betul alya seperti apa,dan sangat jarang melakukan hal-hal yang biasa di lakukan cewe ketika liat cowo ganteng atau bahkan tidak pernah sama sekali nelin melihat nya
"Males buat apa,buang suara."begitulah kira-kira jawaban alya setiap kali nelin menyuruhnya untuk teriak-teriak.karena bagi alya melakukan hal seperti itu sangat lah tidak penting hanya membuang tenaga dan suaranya.
"Ck males gue nel."kan bener apa yang di dalam benak nelin.pasti itu jawabannya alya,entah males atau kurang kerjaan aja.entah lah kadang nelin bingung sama alya dia ini masih normal atau enggak kok liat cwo ganteng respon nya biasanya berbeda dengan dirinya yang selalu jelalatan ketika melihat cowo ganteng.
Sedangkan alya sendiri ketika nelin bertanya padanya fokus yang pertama kali ke sepatu kini bersandar di kursi dan matanya beralih menatap lapangan melihat para cwo main basket.iya sih mereka ganteng-ganteng alya akuo itu tapi entah kenapa dia tidak terlalu perduli dengan mereka tapi entah mengapa fokusnya tiba-tiba ke salah satu pemain yang entah sejak kapan dia terus menatap pemilik tubuh yang sedang lari di lapangan.kadang sesekali orang itu juga menatap balik alya dan menaikan satu alisnya ketika melihat alya.
Alya ingat dia adalah salah satu cwo populer di sekolah nya tapi alya tidak tau bener siapa cwo itu,yang dia tau cwo itu populer dah begitu aja yang dia tau. Dan lagi-lagi alya sadari itu cowo juga menatapnya yang mengundang teriakan para fans nya yang duduk di belakang alya.mereka mengira idola sedang menatap mereka, padahal tidak.
"Al"
Ketika sedang fokus melihat cwo itu tiba-tiba nelin menepuk bahunya.
"Eh iya kenapa nel." Tanya alya ketika baru sadar dari fokusnya ke cwo tadi.dan menghadap si pemanggil yang kini sedang menaikan satu alisnya menatap dia yang kelihatan melamun lagi.
"Lo dari tadi gue panggil gak nyaut."
Cemberut lagi nelin karna alya kembali mengabaikan nya.
"Hehehehe,iya kenapa.?"