main basket

1261 Kata
Di lain tempat,yaitu di lapangan seorang cwo yang dari tadi menatap alya dari lapangan. Tak lain dan tidak bukan cwo itu ternyata salah satu cwo populer di sekolah ini. Diandra mahesya namanya seorang cwo ganteng dengan pesona yang memikat hati para kaum hawa.sudah tajir, anak pengusaha sukses,punya usaha sendiri di umur yang masih muda,ganteng jago main basket,ketua geng,plus plus deh andra. banyak yang suka pada nya karena terpikat pesonanya tetapi sampai sekarang belum ada yang pernah menang untuk menjadi pacar nya.sifatnya yang cuek dan dingin kesemua wanita dan Mungkin masih belum ada yang membuat luluh hatinya untuk membuat dia mencair meski begitu dia membuat histeris fansnya karena gaya cool.sekolah dengan menggunakan motor sport jaket kulit hitam berlambang nama geng motor nya itu sudah ciri khas dari seorang andra. Entah mengapa sampai sekarang andra belum juga memiliki kekasih entah seperti apa cwe yang di idamkan seorang andra. Di setiap main tadi mata tajam andra tak lepas melihat gadis yang duduk di Tribun yang juga menatapnya nya.andra tak tau mengapa gadis itu menatap nya hingga temannya yang memanggil tidak dia dengarkan. Sesekali ketika andra mendribble bola matanya melirik gadis yang juga menatapnya.Hingga permainan usai setiap bermain tadi andra tak lepas fokusnya menatap gadis itu. Andra mengambil bola yang di lemparkan oleh temannya lalu berjalan menuju pinggir lapangan dan sesekali melirik ke belakang di mana gadis itu duduk .andra dan temannya yang lain duduk selonjoran di pinggir lapangan.mereka minum dan saling melemparkan candaan.andra mengambil minum nya dan duduk selonjoran di pinggir lapangan seberang gadis itu duduk. " Ndra lo kenapa?tadi mainnya kok gak fokus?."tanya salah satu temannya andra karena tidak biasa Andra seperti tidak fokus dalam bermain tadi. Andra yang sedang minum tidak langsung menjawab pertanyaan temannya, setelah selesai minum di tutup nya botol tadi dan dia taro di sebelah nya tangannya mengambil bola yang dia bawa tadi dan memainkan di tangannya dengan duduk selonjoran mata fokus ke gadis yang duduk di Tribun.tetapi Andra melihat gadis itu berjalan entah mau kemana, kalau dia pulang tidak mungkin karena tasnya masih ada dikursi tempat duduknya dan temannya pun masih ada dikursi tempat duduknya. "andra mah gitu kalau di tanya pasti gak di jawab." Ujarnya lagi kesal karena pertanyaan nya tidak di jawab hanya di lirik sinis sama andra.dia juga yang kelas karena tidak mendapat respon dari andra. Salah dia sendiri sih sudah tau andra orang kya gimana masih aja di tanya-tanya. "Lo mah udah tau andra gimana masih aja di ajak ngobrol."ledek temannya yang lain yang sedari tadi melihat gimana temannya mengajak seorang Andra ngobrol dengan berujung tidak di jawab sama andra. "Hahahaha." Tawa mereka meledak lepas melihat wajah masam yang bertanya sama andra tadi. "Sialan kalian."kesal yang pasti yang dirasakan temannya andra.bagaimana tidak kesal karena sudah di acuhkan andra terus di ledek yang lain. Sedangkan andra tetap acuh dengan candaan mereka karena andra sudah biasa dengan berbagai macam kelakuan mereka. Fokus Andra hanya terarah melihat gadis itu yang sedang turun kelapangan dan tidak lama kemudian temannya yang lain pada turun juga kelapangan.terlihat gadis itu berbicara sebentar dengan temannya dan setelah nya ternyata gadis itu berjalan menuju ke arah nya. "Permisi kak, boleh pinjam bolanya gak." Tanya gadis itu ketika sampai di hadapan andra dan temannya. Seketika taman-taman andra yan yang tertawa lepas langsung senyap seketika dan langsung fokus melihat gadis yang bardiri di depannya andra. "Wihhhh ada cwe cantik nih."goda salah satu temannya andra yang bertanya dengan andrs tadi yang berujung ledekan teman-teman nya. "Iya nih." Timpal yang lain. "Dek namanya siapa." Tanya lagi sambil memandang alya dari atas ke bawah begitu seterusnya. "Alya."singkat padat dan jelas gadis itu menyebut nama nya yang tidak bukan adalah alya. "Wihhh namanya cantik seperti orang nya."godanya dan di balas gelak tawa yang lain begitu mendengar alya di gombalin. "Bisa aja lo ngeb."sahut yang lain dan mereka tertawa ngakak. "Hahahaha." "Tapi bener lo nama sama orang nya cocok sama-sama cantik."timpal yang lain. "Hahahaha, benarkan.?" Sedangkan alya sendiri diam berdiri dengan tangan di saku celana olahraga nya melihat mereka menggoda nya.beda dengan andra yang entah mengapa merasa panas ketika temannya menggoda gadis yang didepannya.ysng biasanya andra tidak pernah peduli dengan apapun yang dilakukan temannya tapi entah mengapa kali ini beda, seperti ada yang panas dan mengganjal di hatinya. "Khmmm."seketika mereka diam begitu mendengar deheman seorang andra seperti biasa kalau sudah begitu berarti andra sudah muak atau apa. "Kenapa lo nda."tanya mereka sambil menatap andra yang duduk dan di hadapannya masih ada alya yang berdiri. "Boleh gak gue pinjam buat main."tanya sekali lagi alya karena dari tadi tidak ada jawaban dari mereka selain menggoda nya. alya sudah bosan mendengar gombalan pria yang selalu dia temui emang bener sih wajah nya itu cantik wajarlah kalau para lelaki tersepona tapi itu membuat alya muak dengan lelaki. "Hmmmm". jawab andra lalu melempar bola basket itu ke arah alya untung alya bisa menangkap dan setelah mengucapkan terimakasih dengan wajah datar alya pun bergegas ke lapangan untuk main basket dengan temannya yang lain. Ketika alya pergi kelapangan mereka tak henti-hentinya membicarakan alya yang cantik lah,seksi lah dan segala macam.dan itu berhasil membuat seorang andra panas,tak ingin merasa terlalu panas andra pun fokus melihat ke tengah lapangan di mana alya sedang berbicara dengan temannya. Permainan pun dimulai setelah tim di bagi rata.alya benar benar menunjukkan skill bermainnya.meskipun alya Sesekali takut kalau dia lari bagaimana dengan kandungan.di sisi lain andra melihat Alya bermain basket dengan skill yang dimiliki alya sangat jago atau suhu lah ya. Tak hanya andra yang melihat alya dengan kagum tapi juga temannya yang lain juga kagum dengan skill yang dimiliki alya.bagaimana cara qlya mendribble bola, mengoper dan memasukkan bola ke ring hingga mendapatkan points. Hingga di pertengahan main andra melihat bahwa ada satu orang tim lawan yang gelagatnya mencurigakan ketika bermain dan bagaimana cara dia merebut bola yang di bawa oleh alya. Tiba di saat alya mau mencetak poin lagi tiba-tiba ada yang mendorong alya hingga alya jatuh. "Alya awas" nelin pun yang melihat dari tribun teriak ketika melihat ada tim lawan yang curang dan mau mendorong alya,tak cuma alya yang lain pun kaget melihatnya. "Bruk" "Ah,,ssstrtt." Alya terjatuh ketika mau loncat, Alya merasakan sakit di perutnya dan juga di lututnya.bergegas teman-teman yang lain mengkrumuni alya dan menolong alya berdiri, begitu juga dengan nelin yang langsung berlari menghampiri alya dan memapah alya.dan sebagian lainnya menghampiri orang yang sudah mendorong alya "Kalo lo gak bisa main jangan main curang lah"teman-teman satu tim alya seketika marah ketika melihat alya jatuh dan mereka pun menghampiri gadis yang mendorong alya dam gantian mendorong nya. "Lo jangan main curang bisa gak?." "Lo gila bisanya main curang." "Gue gak sengaja tadi."dengan tampang tak berdosa gadis tadi ngomong kalau dia tidak sengaja mendorong alya hingga yang lain ikut marah mendengar nya. "Huuuuuu,main curang." "Huuuuuuuu" "Cwe gila" Seketika semuanya menyorakinya karena mereka melihat sendiri kalau dia main curang tapi gak mau ngaku. ketika alya mau berdiri untuk minggir pandangan nya gelap dan kunang-kunang hingga. " Brukkk," tapi alya ketika berdiri pingsan yang membuat mereka semuanya panil lantaran melihat ada darah di kaki alya dan mereka mengira kaki alya cedera tambah paniklah mereka "Alya,,bangun al." Nelin dan yang lain menolong alya dan berusaha membangunkan alya. "Al bangun.". "Woyyyy tolongin alya pingsan." "Woyyyyyyyy." Nelin teriak dengan kencang hingga semuanya mendengar kalau alya pingsan begitu juga dengan andra yang sedari tadi melihat kalau alya jatuh tapi tak menyangka kalau alya pingsan.dan dia bergegas lari menghampiri alya yang ada di tengah lapangan dengan posisi kepala di pangkuan nelin.dan meninggalkan kebingungan bagi para temannya yang tidak menyangka bahwa andra mau menolong alya. "Biar gue gendong." "Itu andra yang gendong alya." "Woyy andra nolong cwe." "Tumben banget andra."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN