50. Memaafkan Arif

310 Kata

Sudah seharian ini Kaila tidak keluar dari kamarnya. Yeni yang berusaha membujuk adik tirinya itu untuk makan selalu berakhir sia-sia. Karena Kaila enggan keluar dari kamar dan lebih memilih menangis sepanjang hari. Yeni sampai dibuat heran air mata sebanyak itu apa tak akan habis dan tergantikan oleh darah? "Apa perlu gue kirim lo ke rumah sakit jiwa?" Yeni sedikit mengeraskan suaranya, suara isak tangis itu pun berhenti. Ah hanya diancam sedikit saja Kaila sudah diam. Akhirnya ia bisa tenang lagi menikmati secangkir teh hangat di musim hujan yang gerimis rintik-rintik. Sedangkan Kaila memijit pelipisnya yang terasa pusing. Mungkin karena terlalu larut menangis, kedua matanya juga sembab dan perih. Se-cengeng ini dirinya karena seorang Arif Yogaswara. Ponselnya berdering, sangat men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN