42. Hamil Lagi?

607 Kata

Arif kembali masuk, ia tak boleh berlama-lama diluar daripada menimbulkan kecurigaan bagi mereka. "Telepon dari siapa?" Javas tak bisa bertanya dan bersuara sebelum tau siapa orang yang Arif anggap penting itu. "Teman kuliah. Dia baru kerja, cuma ucapin selamat aja. Karena sekarang nyari kerja susah," jawab Arif berbohong, tak ada teman kecuali Javas dan Aris. Selama ia berkuliah, jarang bergaul apalagi mencari teman baru. Kesibukannya belajar juga mencari uang dengan kerja serabutan. Tapi sekarang, ia tidak berniat meneruskan kuliahnya karena biaya yang cukup besar dan tak sanggup untuk di bayar. Uang banyak pun tak mudah di dapatkan, dulu hanya mengenal Luna lalu keuangannya sedikit membaik dan stabil meskipun tak ada waktu berkumpul dengan Javas dan Aris. "Oh," Javas mengangguk me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN