Arif kembali masuk, ia tak boleh berlama-lama diluar daripada menimbulkan kecurigaan bagi mereka. "Telepon dari siapa?" Javas tak bisa bertanya dan bersuara sebelum tau siapa orang yang Arif anggap penting itu. "Teman kuliah. Dia baru kerja, cuma ucapin selamat aja. Karena sekarang nyari kerja susah," jawab Arif berbohong, tak ada teman kecuali Javas dan Aris. Selama ia berkuliah, jarang bergaul apalagi mencari teman baru. Kesibukannya belajar juga mencari uang dengan kerja serabutan. Tapi sekarang, ia tidak berniat meneruskan kuliahnya karena biaya yang cukup besar dan tak sanggup untuk di bayar. Uang banyak pun tak mudah di dapatkan, dulu hanya mengenal Luna lalu keuangannya sedikit membaik dan stabil meskipun tak ada waktu berkumpul dengan Javas dan Aris. "Oh," Javas mengangguk me

