Setelah melakukan pertemuan bisnis dengan rekan kerja di kafe manjha elit yang berada di lantai atas Mall terbesar di Jakarta. Alex memilih duduk sejenak untuk menghabiskan teh madu yang ia pesan. Alex melihat sekilas menuju ke arah Jimmy yang bekerja sebagai tangan kanannya sekaligus sahabat baiknya sejak kecil itu. Jimmy masih setia berdiri disebelahnya. “Hei Jimmy! Ngapain kamu berdiri terus disebelahku. Duduklah disini,” Alex menepuk kursi kosong yang berhadapan langsung dengan dirinya. “Tidak Tuan.” tolak Jimmy merasa tidak enak hati karena perbuatan baik Alex selama ini padanya dan menyelamatkannya dari hidup susahnya. Jimmy berjanji pada dirinya sendiri akan tetap setia disepanjang umurnya. Alex tertawa kecil melihat sikap sungkan Jimmy. Bukankah dirinya ini sahabat baiknya tapi

