Pagi ini masih di Desa Huangling, Xiaoyu yang sudah terbangun, dia setelah membantu kedua orang tua angkatnya, seperti biasa dia duduk di tepi kolam ikan, memainkan seruling emasnya, dengan nada yang begitu indah. Membuat Zhangming terkesima dan mengingat semua kenangan saat bersama Zeyrang. Di sela memainkan seruling emasnya, dengan angin pagi yang menyejukkan, tiba - tiba perut Xiaoyu merasa lapar sekali, dan dibayangannya dia ingin sekali memakan ikan bakar, tetapi sungguh sayang ikan yang di kolam masih terlalu kecil - kecil.
"Ayah aku lapar?"
"Ya sudah makanlah, Ibumu sudah selesai memasak sepertinya, ambil saja di dapur, Xiaoyu."
"Hmm aku ingin ikan bakar, tetapi ikan yang di kolam sepertinya masih terlalu kecil."
"Heii kenapa tiba - tiba sekali kau ingin makan ikan, mencari ikan harus ke sungai, dan lumayan jaraknya dua kilometer dari sini."
"Ya sudah aku yang mencarinya saja."
"Hei kau memangnya tahu, nanti kau tersesat bagaimana, jangan buat Ayah dan Ibu pusing."
"Hmm di sini sungainya cuman satu kan?"
"Ya, dan di dekatnya ada pohon bunga Peony yang berwarna merah ya, kau yakin mau sendirian ke sana, Xiaoyu?"
"Tenang saja Ayah tidak perlu khawatir, baik aku ingat di dekatnya ada pohon bunga peony."
Xiaoyu lalu mengambil alat pancing, dan pergi menuju sungai setelah ditunjukkan oleh Liong. Melihat kepergian Xiaoyu, Zhangming segera mengikutinya. Xiaoyu yang merasa langkahnya diikuti, dia segera berbalik badan dan memukul dengan seruling emasnya, Zhangming yang begitu sigap menangkis pukulan Xiaoyu.
"Heii kau ini kenapa?" tanya Zhangming yang seketika menangkis pukulan Xiaoyu
"Kau ini untuk apa mengikutiku, sudah sana pulang dan kembali ke penginapan."
"Aku kan sudah janji akan selalu membantumu, Nona Xiaoyu."
"Kau tidak perlu terlalu baik padaku, kau pasti ada niat jahat bukan, ya ngaku saja kau ini." jawab Xiaoyu sembari menekan tubuh Zhangming dengan seruling emasnya
"Hmm memangnya kau pernah memancing?"
"Oh kau meremehkanku, kita lihat saja nanti."
"Baiklah kalau begitu, bagaimana jika kita bertaruh?"
"Untuk apa tidak mau!"
"Tunggu dulu, kau ini kenapa galak sekali menjadi wanita."
"Untuk apa aku baik padamu."
"Dengarkan dulu, kita bertaruh, jika kau tidak berhasil menangkap ikannya, maka biar aku yang membantumu, aku pastikan kau akan dapat banyak ikan, untuk menghentikan suara berisik dalam perutmu." jawab Zhangming dengan senyuman di bibirnya
"Tetapi jika aku berhasil menangkap ikannya?"
"Aku yang akan menggendongmu, sampai rumah, bagaimana?"
"Kau ini enak sekali, kau tidak berhak menyentuhku."
"Lalu apa?"
"Kalau aku bisa menangkap ikan banyak, kau jangan pernah mengangguku lagi, tetapi kalau kau yang bisa menangkap ikannya, kita bisa berteman."
"Ohh baiklah, tidak buruk juga idemu, baiklah ayo kita jalan sekarang, kau tahu di mana sungainya?"
"Tahu, kata Ayah, sungainya ada pohon bunga Peony berwarna merah, itu tandanya, karena di sini hanya ada satu sungai."
"Oh baiklah."
Sesampainya di sungai, mereka sungguh dimanjakan dengan pemandangan sungai yang sangat indah, dipenuhi dengan pohon bunga Peony yang warnanya memanjakan mata. Xiaoyu mengambil alat pancingnya yang berupa kail yang diikat dengan benang. Dia mengambil umpan, lalu dilemparkanlah alat pancing itu. Penuh semangat dengan terus menunggu, tetapi tidak ada juga tarikan ikan yang dia rasakan. Zhangming hanya tersenyum tipis melihat Xiaoyu yang belum mau menyerah, setelah menunggu lama, dan perutnya semakin kencang bunyinya. Zhangming mendekat dan menawarkan bantuan.
"Bagaimana, Nona Xiaoyu, apa kau yakin bisa menangkap ikan - ikan di sungai ini?"
"Bisa, sabar saja, nanti juga dapat."
Krucuk....krucuk
"Hmm dengar itu suara perutmu semakin kencang, sangat menganggu telingaku, sudahlah kau duduk saja di sini, biar aku yang menangkap ikannya."
"Kau ini memangnya nelayan, aku saja sulit."
"Bisa diam tidak, kalau aku bisa menangkap ikan banyak, ingat ya janjimu, kita akan berteman kan."
"Ya ak tahu, tidak usah diulang - ulang.Buktikan saja, kalau memang kau bisa menangkap banyak ikan."
"Baiklah, kau lihat ya. Sini keranjang ikannya berikan padaku."
Zhangming hanya tersenyum, dan mengangkat tangannya, dan menghentakkannya ke arah sungai, dengan seketika, bak seperti kekuatan alam, ikan - ikan besar keluar, dan sudah terisi penuh di dalam keranjang tersebut.
"Hmm... ini bawalah dan kita bakar, pasti enak, mereka masih hidup semua."
"Ini nggak mungkin, bagaimana kau bisa dengan mudah mengambil ikan - ikan itu, kau ini manusia apa siluman?"
"Sudah jangan berisik, yang terpenting perutmu terisi dan kenyang, Nona Xiaoyu. Lalu apa kita sudah bisa berteman?" tanya Zhangming saat mendekat ke arah wajah cantik Xiaoyu
"Menjauh dariku, dasar kau lelaki yang mau mencari kesempatan dalam kesempitan, jangan dekat - dekat aku bilang!"
"Jawab dulu, kau harus tepati janjimu, kita akan bisa berteman kan?"
"Ya ...ya puas kau, ya sudah bawakan ikan - ikan itu, aku tidak kuat berat sekali."
"Baiklah Nona Xiaoyu."
"Terserah padamu saja."
Zhangming hanya tersenyum melihat tingkah lucu Xiaoyu. Setelah berjalan cukup panjang, Xiaoyu akhirnya memberikan semua ikan - ikannya pada Paman Liong, betapa terkejutnya, dia melihat ikan yang sangat amat banyak.
"Heii Xiaoyu, bagaimana bisa kau menangkap ikan sebanyak ini?"
"Hmm itu..."
Baru mau menjawab, Zhangming langsung menyaut pertanyaan paman Liong.
"Itu memang Xiaoyu yang menangkapnya, Paman, dia pandai sekali."
"Oh benarkah itu, jujur aku sendiri terkadang hanya dapat dua ekor, tetapi ini sangat banyak, bisa buat cadangan seminggu."
"Ya Xiaoyu yang sangat pandai, mungkin rejeki Xiaoyu."
Lalu Xiaoyu menarik paksa Zhangming keluar dari dapur, dan menariknya ke arah gubuk.
"Heii apa maksudmu? Kau mengatakan kalau aku yang sudah menangkap ikannya?" ucap Xiaoyu sembari menepuk bahu Zhangming dengan keras
"Kau ini kenapa memukulku , sakit. Lalu apa yang salah, memang benar kan, kau yang sudah memancingnya."
"Kau sedang mencari-cari kesempatan ya, untuk apa kau berbohong pada Ayah?"
"Bukannya berbohong, aku hanya ingin membantumu saja, kau ini kenapa galak sekali jadi wanita dibantu masih saja mengeluh."
"Kau ini asal saja bicara, bagaimana nanti jika ikan itu habis, mereka tahunya aku yang memancing, aku kan tidak bisa dapat - dapat ikan, kau yang melakukannya."
"Hmm itu sangat mudah, aku bisa membantumu, sudahlah yang penting kita sudah berteman ya."
"Entahlah."
"Kau ini jadi wanita bisa tidak yang halus sedikit, jangan selalu galak, nanti semua lelaki takut padamu."
"Baguslah, dengan demikian aku tidak perlu memikirkan lelaki."
"Hmm susah sekali bicara padamu."
"Sudahlah aku mau siapkan kayu - kayu bakarnya dulu, buat bakar ikannya."
"Tunggulah, kita kan sudah berteman, ijinkan aku membantumu ya."
"Tidak usah, kayu bakarnya masih enteng, tidak perlu kau bantu."
"Kau ini keras kepala sekali, Nona Xiaoyu."
Setelah menuju gudang penyimpanan kayu - kayu bakar, Xiaoyu melihat kayu - kayu bakarnya masih ukuran besar, belum ada lagi yang dipotong - potong. Lalu dia melihat sekeliling apa ada kapak, ternyata ada, setelah mendapatkan kapaknya, dia mecoba memotong - motongnya, namun karena kapaknya begitu berat, akhirnya tangannya sedikit lecet, karena belum terbiasa bekerja berat.
Dia membawa kayu bakarnya dengan susah payah, sementara itu Zhangming hanya tertawa dan segera membantu mengangkat kayu - kayu bakar yang sudah dipotong itu.