Song Lianyu dengan gerakan perlahan mencelupkan token ke dalam mangkuk berisi air ajaib. Di dalam hatinya dia berharap agar token berubah warna.
Satu menit kemudian guru Liang Qu meminta agar Nona Song mengangkat token dari dalam mangkuk keluar. Lianyu pun mematuhinya.
Gadis cantik yang memiliki tinggi badan seratus enam puluh empat centimeter itu menatap ke arah token yang ada di genggaman tangannya. Token itu masih berwarna biru.
Apa aku benar-benar tak lolos? batin Lianyu dengan sedih.
Ah, sepertinya aku harus meninggalkan sekte Bunga Salju dan hidup di tengah jalan, pikir Lianyu dengan wajah murung. Dia menutup kedua matanya beberapa saat.
"Nona Song, coba kau lihat hasil seleksinya." Terdengar suara Liang Qu yang membuat Song Lianyu membuka kedua matanya dan matanya menatap kembali token yang kini sudah berubah warna menjadi merah muda.
"Warnanya berubah, apa itu artinya aku lolos seleksi?" tanya gadis penyuka kue osmanthus pada kedua pria yang masih di posisinya yang semula. Kedua laki-laki yang lumayan tua itu memberikan senyuman.
Liang Qu dan Bai serempak mengangguk. "Ya, kau benar Nona Song. Kau berhasil," jawab Liang Qu.
"A-aku berhasil lolos?" tunjuk Song Lianyu pada dirinya sendiri dengan ekpresi tak percaya. Matanya mengerjap beberapa kali membuat guru Liang Qu tertawa geli.
"Ya, kau berhasil Nona Song. Ini bukan mimpi, "ujar guru Bai.
"Hore aku lolos seleksi!" teriak Song Lianyu dengan girang. Dia sampai melompat beberapa kali seperti seekor kelinci. Rambutnya bergerak mengikuti gerakannya itu.
Guru Bai ikut tertawa karena tingkah unik Nona Song. Sebelumnya dia tak pernah melihat murid yang sebahagia ini begitu mendengar lolos seleksi bahkan dia sampai melompat-lompat. Dia yakin bahwa Nona Song menganggap masuk ke sekte Bunga Salju adalah suatu hal yang sudah lama dia diinginkan, dia bisa membaca dari kedua mata Lianyu.
Guru Bai dan Guru Liang Qu berhasil mengendalikan tawanya. Lianyu juga tak lagi melompat-lompat karena sadar kedua gurunya itu tertawa karena tingkah lucunya, Lianyu sedang mengusap rambutnya karena merasa malu.
"Terima kasih karena mengizinkanku untuk belajar di sini," ujar Lianyu sambil membungkuk.
"Sama-sama Nona Song. Semua ini juga berkat kerja kerasmu sehingga bisa berhasil," jawab Guru Liang Qu.
"Selamat untukmu Nona Song dan juga aku ucapkan selamat bergabung di sekte Bunga Salju," ujar Guru Bai.
"Selamat Nona Song. Selamat bergabung di sekte Bunga Salju," sahut guru Liang Qu.
"Terima kasih, apakah aku sudah boleh memanggil dengan sebutan guru?" tanyanya yang disahut kekehan kedua guru.
"Tentu saja boleh," jawab guru Liang Qu. Sementara itu guru Bai mengangguk dengan senyuman di wajahnya.
"Sekarang kau sudah resmi menjadi murid di sekte ini," ujar Guru Bai.
"Nona Song mulai besok kau bisa mulai belajar di sini. Belajarlah dengan rajin, jangan sia-siakan kesempatan yang datang padamu," pesan Guru Liang Qu.
Song Lianyu mengangguk mengiakan. "Baiklah, Guru," jawabnya dengan mantap.
***
Song Lianyu saat ini sedang berada di depan di ruang pengambilan seragam sekolah yang terletak di dekat gazebo gedung belakang yang sempat dia, Han Shiyi, dan Long Feiye kunjungi tadi.
Lianyu membuka pintu dan terlihat di dalam ada seorang wanita muda yang sedang duduk. Melihat kedatangan seseorang wanita itu bangkit dari posisi duduknya, lalu berjalan mendekatinya. "Nona, ada perlu apa ke sini?" tanyanya dengan nada dan wajah yang ramah.
Lianyu mengambil token tanda sebagai murid di sekte Bunga Salju, kemudian menunjukkannya pada wanita itu serta gulungan surat. "Aku ke sini ingin mengambil seragam sekolah dan juga buku-buku," ujarnya mengatakan tujuannya.
"Oh, murid baru ya?Kapan daftar?" tanya si wanita sambil tangannya membuka lemari untuk mengambil empat setel seragam, lalu menyerahkannya pada Lianyu.
"Hari ini aku daftar dan baru saja selesai seleksi," jawab Song Lianyu seraya tangannya menyentuh hanfu berbahan lembut yang menjadi seragam sekolahnya besok.
Seragam sekolahnya sangat bagus. Uh, akhirnya aku bisa sekolah di sekte idamanku sejak dulu, batin Song Lianyu dengan senyuman di wajahnya yang cantik.
Aku sudah lama ingin sekolah. Aku bisa membuktikan tanpa orang tua aku bisa sekolah, batin Nona Lianyu.
"Oh, cepat sekali pemberitahuan lolos seleksinya. Biasanya menunggu sampai dua hari baru ada pengumuman," jawab si wanita yang entah siapa namanya.
"Oh, begitu ya, jie? Mungkin karena hari ini hanya aku yang daftar. Jadi, tak perlu waktu yang lama," sahutnya. Dia memanggil dengan sebutan kakak perempuan karena melihat dari wajahnya yang masih muda dan mungkin saja hanya berbeda empat tahun dari Lianyu.
"Oh hari ini hanya kau yang daftar? Kau seleksinya tadi memakai jalur yang mana? Karena yang aku tahu di sini ada tiga jalur seleksi," jawab wanita yang rambutnya disanggul ke atas dan dihiasi beberapa aksesoris yang sesuai dengan hanfu yang dia pakai. Wanita muda itu mengambil buku-buku dari dalam lemari penyimpanan yang ada sisi kanan ruangan. Untuk penyimpanan pakaian tepat berada di sisi kanannya.
"Sebentar aku ingat-ingat dulu. Kalau tidak salah guru itu bilang jalur seleksi yang ketiga," jawab Song Lianyu sambil melihat buku-buku yang ditata dengan rapi di dalam lemari ukuran besar. Di tiap rak diberi nama sesuai dengan jenisnya.
"Nona, kau termasuk beruntung bisa lolos di sekte Bunga Salju. Ada banyak pendaftar yang tidak lolos seleksi," ujarnya.
"Tapi kenapa bisa begitu, jie? Kan ada dua jalur seleksi yang lainnya?" tanya Lianyu dengan ekpresi bertanya.
"Nona seperti tak tahu saja jalur pertama dan jalur kedua itu untuk golongan yang mana saja," sahutnya sambil meletakkan tumpukan buku-buku di atas meja yang ada di dekatnya.
"Memangnya kedua jalur itu untuk siapa saja, kak?" tanya Lianyu lagi. Dia tadi sempat mendengarnya, tapi tak jelas karena sibuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.
"Baiklah, aku jelaskan padamu ya. Dengarkan baik-baik karena aku tak akan mengulangnya lagi. Di sekte Bunga Salju ada tiga jalur seleksi yaitu :
1. Jalur undangan = untuk orang yang punya kemampuan yang tinggi dan orang yang diundang secara khusus oleh sekte seperti misalnya pangeran atau putri.
2. Jalur keturunan = untuk anak-anak dari ketua sekte dan pejabat di sekte Bunga Salju. Misalnya ayahnya di sini sebagai tetua. Itu bisa masuk jalur keturunan tanpa perlu seleksi lagi. Dan pastinya sudah seratus persen diterima.
3. Jalur umum = Jalur yang ini bisa diikuti oleh siapa pun. Jalur umum mengandalkan kemampuan diri sendiri seperti jalur kau masuk ke sini," jelasnya.
"Setiap jalur masuk yang dilalui harus membayar uang pendaftaran sebesar lima tael emas. Jadi, tidak ada perbedaan pembayaran di antara ketiga jalur itu," sambungnya setelah meneguk segelas air putih.
Song Lianyu mendengarkan dengan seksama dan mengingat informasi tersebut di dalam otaknya. Dia pikir mungkin saja nanti ada orang yang bertanya padanya soal itu dan dia bisa membantu menjawabnya.