Permintaan Aneh
Mempunyai istri dua bukanlah cita-cita Bima, karena ia memegang prinsip satu saja sudah cukup. Namun, apalah daya ketika seorang Shareen Jackcia, wanita yang menjadi istri pertamanya menginginkan dirinya untuk menikah kembali dengan Risma Anindia, wanita yang merupakan adik kecil Bima selagi mereka berada di panti asuhan.
"Gak, Sayang. Kakak gak mau kalau harus nikah lagi. Seikhlas-ikhlasnya kamu pasti nantinya akan merasakan sakit hati, dan Kakak gak mau itu sampai terjadi. Jadi gak ada yang namanya Kakak nikah lagi, apapun alasannya. Kita tidur sekarang!"
Malam itu, entah angin darimana tiba-tiba saja istrinya meminta dirinya untuk menikah lagi dengan Risma, wanita yang selama ini Bima sembunyikan darinya.
Bukan Bima berselingkuh, ia hanya menolong dengan membiayai Risma yang saat ini tengah terbaring di rumah sakit pasca kecelakaan yang dialaminya. Risma baru saja sadar dari komanya satu bulan yang lalu bertepatan dengan Shareen yang mengetahui semuanya.
Selama ini Bima memang tidak memberitahu Shareen tentang keberadaan Risma, karena menurutnya tidak penting, karena Bima juga hanya benar-benar membiayai saja tanpa pernah menjenguk atau menemani Risma di rumah sakit.
Namun, hari itu kebetulan pihak rumah sakit menelepon Bima dan mengabarkan bahwa Risma sudah sadar dari komanya selama tiga bulan terakhir itu. Risma yang memang hanya seorang diri di Jakarta dan tidak memiliki siapapun, dan Bima memang mengaku sebagai Kakak angkatnya, maka dari itu pihak rumah sakit menghubunginya, dan kedatangan Bima ke rumah sakit ternyata bertepatan dengan Shareen yang baru saja memeriksakan keadaan rahimnya.
Mereka sudah menikah hampir dua tahun, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda bahwa Shareen hamil, hal itu membuat wanita cantik yang berumur 24 tahun itu memutuskan untuk memeriksakan keadaan rahimnya.
Shareen yang tidak sabar ingin memiliki anak pergi ke rumah sakit tanpa sepengetahuan Bima, karena ia hanya ingin memastikan kesuburan tempat untuk menyimpan janinnya kelak.
Shareen harus menahan segala jenis kesedihan saat dokter menyatakan bahwa dirinya merupakan wanita mandul secara permanen. Dunianya hancur pada saat itu, semua bayangan indah dalam hidupnya bersama keluarga kecilnya hilang begitu saja. Shareen tidak bisa membayangkan betapa kecewanya Bima saat mengetahui itu semua, apalagi kedua orang tuanya yang sangat mengharapkan seorang cucu.
Terlahir tanpa teman sejak kecil membuat Shareen benci dengan rasa sepi. Maka dari itu sejak ia mulai remaja selalu membayangkan pernikahan dengan banyak anak, karena Shareen tidak mau nasib anaknya sama seperti dirinya yang selalu kesepian setiap saat.
Namun, bukannya memiliki banyak anak dirinya bahkan tidak akan pernah bisa merasakan repotnya menjadi seorang ibu hamil dan pasca melahirkan, hal yang selalu ia bayangkan dari awal menikah hingga sebelum ia mengetahui hasil labolatorium.
Dan malam ini, setelah Shareen berpikir selama satu bulan lamanya dengan penuh pertimbangan, wanita cantik berdarah Jerman itu mengungkapkan keinginannya untuk meminta Bima menikahi adik masa kecilnya itu.
Namun, keinginannya ternyata langsung ditolak oleh sang suami, membuat Shareen menarik napas dalam. Shareen tidak akan menyerah, nanti ia akan mencoba lagi. Shareen ingin Bima memiliki keturunan dari benihnya sendiri, bukan anak orang lain.
"Jangan pernah minta Kakak mencari pengganti, karena sampai kapanpun Kakak gak akan pernah mau. Cukup kamu dan hanya kamu yang jadi pendamping Kakak. Ada atau tidaknya anak di antara kita itu bukanlah masalah. Kita bisa adopsi anak kalo kamu emang pengen punya anak," tandas Bima dengan mengusap pelan rambutnya.
"Tapi aku mau punya anak, Kak. Aku mau itu anak kamu, bukan anak orang lain yang gak jelas asal usulnya. Aku juga yakin Risma orang yang baik seperti cerita, Kakak."
Setelah mengetahui sang suami membiayai seorang wanita tanpa sepengetahuannya, Shareen memutuskan untuk mencari informasi tentang wanita itu. Shareen juga meminta Bima menceritakan semua yang ia tahu tentang Risma. Bahkan selama dua minggu terakhir Shareen yang menemani Risma di rumah sakit.
"Kakak juga berasal dari panti kalo kamu lupa," balas Bima yang mengingat asal usulnya.
"Tapi orang tua Kakak jelas. Aku tau dari cerita Ibu Panti. Ibu Kakak meninggal saat melahirkan, ayah Kakak kecelakaan saat Kakak berumur satu tahun dan Kakak dititipkan di panti saat berusia dua tahun, karena paman yang merawat Kakak juga meninggal. Kakak di serahkan ke panti asuhan oleh warga dan diadopsi sama Ayah saat usia Kakak sepuluh tahun. Jadi asal usul Kakak jelas," terang Shareen dengan detail.
Bima mendesah frustasi, tidak habis pikir dengan wanita yang dicintainya satu tahun terakhir itu. Pernikahan mereka memang karena perjodohan. Bima yang sungkan untuk menolak dan juga tidak memiliki kekasih menerima Shareen yang merupakan anak tunggal dari orang terkaya nomor dua di Jerman.
"Apapun alasannya Kakak tetap gak mau. Sekarang kita tidur ya."
Tidak mau melanjutkan perdebatan masalah poligami, Bima memilih menarik sang istri ke dalam pelukan hangatnya. Mencurahkan seluruh cinta yang ia miliki pada satu-satunya wanita yang dicintainya. Walaupun di awal pernikahan mereka tanpa cinta, mereka menjalaninya seperti pasangan pada umumnya. Tidak seperti cerita pasangan yang dijodohkan.
Mereka bukan pasangan yang menikah hanya di atas kertas karena perjodohan. Mereka menerima dengan ikhlas tentang jodoh yang telah di pilih oleh orang tua Shareen. Menjalani pernikahan walaupun tanpa cinta hingga cinta itu tumbuh subur dalam hati keduanya.
Bima yang dewasa dan ikhlas, begitupun dengan Shareen yang menerima Bima dengan pikiran dewasa dan ikhlas membuat rumah tangga mereka damai dan perlahan menjadi cinta. Mereka bahkan melewati malam pertama dengan canggung dan sangat malu, tapi tetap mereka jalankan sebagaimana mestinya pasangan pengantin baru. Melakukan ritual malam pertama dengan sentuhan awal yang membuat bibir selalu tersenyum jika mengingatnya.
Sudah dua tahun terlewat, tapi seperti baru semalam mereka melakukan itu jika ingat kembali bagaimana malam itu begitu mendebarkan. Bima yang tidak pernah menyentuh wanita secara sengaja dan intim selain keluarganya, sangat grogi saat menyentuh Shareen walaupun hanya sebatas menggenggam tangannya.
Hal yang selalu Bima lakukan saat ia mengalami kejenuhan dengan hubungan pernikahan adalah mempraktikkan bagaimana proses malam pertama mereka. Menatap mata Shareen yang saat itu belum ada cinta di antara keduanya. Meninta izin untuk menyentuh perlahan pipi mulus wanita yang saat itu masih sangat lugu, dan dilanjutkan dengan mengecup pipi yang berakhir pada pertemuan dua bibir, walaupun saat itu hanya menyentuh saja. Membuka satu persatu kancing piyama yang digunakan Shareen dengan perlahan. Dilanjutkan dengan aktivitas lainnya sampai pada tahap inti yang membuat air mata Shareen menetes akan rasa sakit dari benda tumpul milik Bima, dan berlanjut pada desahan penuh kenikmatan yang halal.
Bima selalu tersenyum bahagia saat mengingat bagaimana sulitnya ia menembus dinding pertahanan inti milik istrinya. Hidup di negara yang bebas tidak menjadikan Shareen wanita yang liar, karena selama 22 tahun hidupnya selalu terkurung dalam rumah mewah Mr.Jack.