Devan menarik Aluna ke dalam pelukannya. Aluna memberontak kuat, namun Devan semakin mempererat pelukannya, "Butuh waktu bagiku untuk menjadi kuat. Saat itu, aku berumur 24 tahun, aku kembali untuk menjemputmu, tapi aku tidak bisa menemukanmu di mana pun, karena minimnya informasi. Apa kau tahu betapa frustasinya aku saat itu? Aku selalu tenggelam dalam pikiranku, merasa bahwa semua usahaku untuk menjadi kuat sia-sia karena kau tidak ada di sana. Aku selalu datang ke tempat kita terakhir bertemu, setiap ada waktu, untuk menunggumu di sana." Aluna mencengkram punggung Devan dengan kuat, " Dasar bodoh." Devan melepaskan pelukannya, ditariknya tangan kanan Aluna, punggung tangan itu diberi kecupan manis, "Sekarang, aku sudah menepati janjiku. Aku membawamu ke rumahku, tapi tidak sebagai pel

