"Kalian... akan kulaporkan kalian atas aksi penyerangan!" ujar pegawai. Aluna berdecak kesal, "Penyerangan? Apakah kau gila? Bukannya kau yang menyerang lebih dulu? Coba saja laporkan, katakan kau ditendang oleh seorang pemuda karena berusaha menyerang seorang gadis." "Ya, itu benar. Pegawai toko ini keterlaluan." "Dulu, dia pernah meneriaki aku pencuri juga, hanya karena aku menyentuh anting. Sejak itu, aku tidak pernah belanja di sini lagi." "Bukankah akan bagus, kalau dia yang dilaporkan ke polisi?" "Hei, ini seru sekali. Ayo rekam dan sebarkan pada semua orang." Pegawai yang mendengar bisik-bisik dari orang di sekitar langsung bergetar. Ia kesal, marah, dan takut di saat bersamaan. Aluna yang tak mau berlama-lama di sana, langsung mengambil langkah untuk pergi. Devan menyusulnya,

