Akhirnya, udara segar. Mereka sudah berada di luar. Arslan melepas pelukannya dan memperhatikan Ellen yang sialnya malam ini memang terlihat menarik, cantik, dan luar biasa. Bagaimana bisa baju di bawah lutut tetap membuatnya sexy? Arslan sendirilah yang tahu jawabannya. "Kau bawa mobil?", ucap Arslan setelah melamun beberapa saat. Ellen menggeleng. "Baiklah, kita ke rumahsakit dengan mobilku.", tambah Arslan. "No.", sergah Ellen cepat. Arslan menatap heran pada jawaban Ellen. "Aku yakin ini akan mereda setelah aku tenang. Tidak perlu rumahsakit." "Tapi kau..." "Arslan please. Aku tahu keadaanku.", jawabnya dengan menahan satu lengan. Arslan menghembuskan nafas kasar, "Aaah... b******n itu.", dia meninju udara di sekitarnya. Dia masih marah pada lelaki pemabuk itu. Dengan s

