Pertemuan rutin antara kami mulai berkelanjutan. Dari yang awalnya bertemu di kampus, mulai bertemu di asrama.
Setiap ada event kami akan selalu menyempatkan untuk bersama walau hanya sekedar berjumpa saja. Karena kami masih tetap menjaga jarak, meski sudah tampak jelas Dimata penghuni kampus bahwa ada sesuatu diantara kami. Hanya saja kami tetap menyangkal jika ada yang bertanya.
"Nanti malam ada acara latihan padus di kampus, kamu ke sana ya", pinta suara diseberang telepon.
"Iya.. nanti saya ke sana, Jennengan sudah di kampus?"
"Iya..saya sudah dikampus, dandan yang cantik ya"..,
Sambil senyum senyum sendiri, aku langsung mengucap salam dan menutup telepon.
"Janjian ma ayah?" Vina bertanya..
Ya.. Vina memanggilnya ayah.. karena dia juga tau coretan di kertas Ujian yang pak Hadi tulis tempo itu.
Aku mengangguk kan kepala.
Di kampus ada beberapa anak IKM (Ikatan Keluarga Mahasiswa) yang mengatur acara latihan padus, karena akupun salah satu anggota IKM, jadi pasti di setiap event aku selalu hadir. Pertemuan ku dengan nya jadi bisa lebih sering lagi.
"Mbak Liya..",
Suara yang menjadi idolaku kini.
Aku menoleh dan tersenyum, sambil melangkah mendekati pemilik suara kalem itu.
"Iya pak", jawabku mencoba biasa saja. Karena disana banyak mahasiswa lainnya.
"Tolong ambilkan peralatan dekorasi di kantor sebelah ya.., ini kuncinya.. " sambil menyodorkan kunci kantor. Dan tangannya sengaja menyentuh tanganku.
Aku tersipu malu, tetapi berusaha menutupinya.
"Baik pak", sambil berjalan menuju kantor sebelah .
Gelap, sedikit gemetar membuka kantor sendirian.
"Kreeekk.."
Tiba tiba aku dikagetkan ada tangan yang langsung menarikku ke dalam ruangan dan menutup pintu depan kantor dan menguncinya.
"Jangan berisik..." pintanya..
suara itu aku kenal..
Jantungku berdebar semakin kencang .
di ruangan tertutup, dan gelap hanya ada pantulan cahaya dari lampu gedung sebelah..
"Ayah...", Ucapku lirih .
"Kok.. sudah ada disini?", tanyaku sedikit heran
"Kapan lagi bisa berdua an begini".. sambil tersenyum menggoda..
Kalau saja lampu kantor nyala, pasti kliatan sekali pipiku merah merona karena malu.
Tangannya yang lembut dan halus menggenggam tanganku yang dingin karena gugup . Dia semakin mendekat, Dan berbisik
"Kangen...",
Jantungku rasanya dipompa lebih kencang lagi
Aku khawatir dia mendengar suara detak jantungku yang tidak beraturan.
Aku hanya mengangguk pelan..
Tiba tiba Bibir ini merasakan kecupan lembut dan pelan darinya..
Semakin didorongnya lagi tubuhku ke dekatnya. Dia mulai mengecup bibirku lagi .
Kali ini dia mulai memainkan bibirku pelan dan lembut sekali, kami menikmati ciuman pertama kami di kantor yang gelap.
Dan sebelum ada orang lain tau, aku segera melepaskan diri dari pelukannya.
"Sudah yah.. nanti ada yang datang"..
"Ayo kita balik ke sana lagi, Jennengan duluan apa saya?" tanya ku
" Kamu duluan saja, saya nyusul nanti"..
"Makasih ya.." bisiknya di telingaku..
Bulu kudukku berdiri semua . aku gemetar.. jantungku semakin berdegup kencang.
"Dari mana mbak Liya..?" tanya salah satu seksi acara lomba
"Nih.. ambil dekorasi di kantor sebelah..", sambil ku angkat 1 plastik besar berisi peralatan dekorasi.
Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 21.20wib. Waktunya kembali ke Asrama.
Perut keroncongan..,ternyata aku tadi lupa belum makan malam.., untung ada sate langganan asrama masih stay di sana.
Dari lantai 2 aku menurunkan ember dengan tali yang sudah aku selipkan uang untuk pesan sate. Ala ala di film Ayat Ayat Cinta. he he. Beberapa saat kemudian Abang sate sudah memanggil.. Mbak Liya..satenya sudah ready..
Aku bergegas menarik ember dengan cepat, karena perutku sudah berontak kelaparan.
Aku sedikit terkejut, isi dari ember itu tidak hanya sate lontong, tapi ada 1 box jajanan terang bulan namanya dan 2 permen brand k**s yang ada tulisan dibalik bungkusnya.
Kangen dan I love u . Aku menoleh lagi ke bawah mencari tau siapa yang memberikanku permen dan jajanan itu.
Dibalik tembok, senyum itu tampak Manis sekali, tatapan penuh perhatiannya terasa hangat., Aku hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala saja., takut ada yang melihat. Bergegas aku masuk kamar dan menyantap sate dan menawarkan jajanan terang bulan ke seisi kamar.
Aku benar benar dimabuk asmara. Rasanya Bahagia sekali. Pria idaman yang aku impikan benar benar nyata. Aku semakin luluh dan semakin terbawa perasaan dibuatnya .
Keromantisannya dari hal hal sepele itu justru membuatku semakin dimabuk kepayang.
Tapi disini yang aku suka darinya. Dia selalu mensupport ku untuk bisa menjadi mahasiswa berprestasi. Terutama untuk nilai mata kuliahnya aku harus dapat nilai sempurna.
Karena aku akan malu kalau nilaiku tidak sempurna. Hubungan yang positif menurutku.
Dia adalah satu satunya sosok yang bisa mengisi hati hampaku setelah aku putus dengan kekasihku seorang polisi. Sebenarnya bukan dikatakan putus, lebih tepatnya aku memilih untuk berhenti berharap darinya.
Seorang Polisi yang bertugas di daerah tempat tinggalku. Polisi yang tidak banyak bicara, kalem dan sangat manis. Kami menjalani hubungan tanpa ada status resmi. Dijalani saja. Sedangkan aku sebagai seorang gadis, pastinya butuh kepastian nyata. Sedangkan dia bersikeras, itu tidaklah penting. Yang penting kita yang menjalaninya sama sama nyaman. Disitulah aku mulai ragu dan akhirnya memilih untuk tidak lagi mengharapkan dan berhubungan dengannya.
Yang pada akhirnya hatiku terbuka untuk seorang Hadi Wijaya. Dosen Favorite di kampus.
"Kangen.."
SMS aku trima dari nomer yang sengaja tidak aku simpan tapi aku hafal diluar kepala. hehe..
"Sama.." akupun membalas SMS nya .
"Butuh vitamin C"
"Cium"
Aku jadi terkekeh sendiri dan malu dibuatnya..
Aku buru buru menghapus smua SMS yang masuk darinya. Khawatir ada yang tau. Karena peraturan di asrama tidak boleh membawa Hp.
Jadi inilah salah satu pelanggaran yang aku buat bersama teman teman lainnya.hehehe.
Sesekali akan ada sidak HP, dan HP yang kena sidak akan dikembalikan setelah lulus kuliah.
Tak terasa 2 semester hampir dilalui..
Sebentar lagi UAS dan aku naik ke tingkat 2.
Waktu cepat berlalu.
Beberapa waktu kemudian.
Ada gosip yang beredar di kampus dan juga diasrama.
Anak anak semua membicarakannya.
Akan ada dosen baru cantik dari Jawa Tengah. Dan kabar yang beredar dia adalah calon istri dosen Favorite kami. Ya, Bapak Hadi Wijaya.
Deg !! Tanpa di sadari terasa sakit d**a ini mendengar kabar itu. Berita yang sudah santer terdengar . Hanya saja aku belum tau pasti kebenarannya. Karena beberapa Minggu ini aku jarang bertemu dengannya. Ditambah lagi Dia ada study banding ke Semarang selama 1 Minggu . Aku belum mendapat SMS sekalipun darinya selama 3 Minggu terakhir ini.
Karena akupun sibuk mempersiapkan UAS dan dia juga memiliki kesibukan.
Berita itu menjadi beban pikiranku tanpa kusadari. Perasaanku gelisah, tidak tenang dan terasa hampa. Ingin segera bertanya dan memastikan bahwa itu hanya gosip semata.
Namun semakin hari berita itu semakin menjadi tranding Topic di Kampus, di asrama, di kantin, di ruang makan sampai di lapangan tampar sholat berjamaah.
Seperti diiris iris hati ini mendengar mereka seolah menyindir ke arahku. Dan merasa lebih senang mendengar berita itu benar daripada menyadari bahwa aku memiliki hubungan spesial dengan dosen Favorite mereka.
"aaahhhh ..," aku menghela nafas panjang.
"Beneran ta mbak, Ayah..." tanya Vina menggantung kalimatnya..
" Gak tau Vin.., belum bisa dihubungi.." jawabku sambil mencoba tegar seolah olah berita itu tidak menyakitiku.
Meski jauh dilubuk hati ini, aku merasa sangat gelisah.