Alunan Indah adzan Shubuh terdengar jelas di telinga. Membangunkan sebagian besar penghuni asrama. Akupun memaksakan diri untuk beranjak dan mengambil wudhu. Aku mulai membiasakan diri untuk ikut sholat berjamaah di Lapangan belakang asrama.
Sambil memakai mukenah aku berjalan sedikit tergesa gesa menuju lapangan.
Karena Suara Takbiratul Ihram sudah mulai terdengar. Aku langsung mengambil posisi yang kosong untuk segera menggelar sajadahku. Lalu aku mulai mengikuti gerakan sholat imam.
Assalammualaikum warahmatullah...
Assalammualaikum warahmatullah...
Dilanjut baca dzikir dan berdo'a bersama..
suara yang fasih dan Enak didengar itu adalah suara imam yg rasanya tidak asing.
Penasaran yang membuatku sedikit memperlambat gerakan beranjakku. Sambil menunggu mahsiswi yang lain bubar dan menghilang, akupun terus memandang kearah sang imam yang membuatku penasaran.
Pelan pelan terus aku perhatikan hingga mata itu pun menatap mataku yang sedari tadi memperhatikannya..
Astaufirullah..batinku..
Aku mulai bergegas meninggalkan lapangan agar tidak terlihat oleh nya.
"Mbak Liya"..
Suara menyapa dari arah sang imam.
akupun berhenti dan menoleh pura pura kaget..
"eh..iya pak.." jawabku
"Sebentar, saya ada perlunya"..
Sambil berjalan ke arahku, dia merapikan sajadahnya dan melipatnya.
"Mbak Liya, apa benar sempat sekolah asisten paramedis sebelumnya?"..
tanyanya sambil mengajak berjalan lamban.
"Iya pak benar",
"Ada apa ya pak?"..
"Berarti kan setidaknya sudah banyak tahu ya tentang Praktik dan alat kesehatan"..
"Begini.., nanti kan ada praktikum perdana untuk matakuliah saya..Bisa minta tolong bantu saya siapkan perlengkapan praktikum di laboratorium?"..sambungnya.
Jelas jelas saya tidak bisa menolak.
"Baik pak, Saya akan bantu",
"Baik, nanti saya tunggu ya 15 menit sebelum mata kuliah saya dimulai"..
"Baik pak"..
"Terima Kasih sebelumnya, saya duluan ya..".
"Jangan lupa sarapan, biar bisa fokus kuliah nya"..
Aaahh... lagi lagi aku baper.
Hari ini praktikum Mas dosen ganteng gaeess..
teriak salah satu PJMK (penangung jawab mata kuliah) KDPK (Kompetensi Dasar Praktik Klinik). Dan aku baru tersadar..
"Oh iya..".
"Vin.. aku duluan ya"..
"Mau kemana??".
Aku tidak menjawab dan segera bergegas menuju laboratorium.
"Assalammualaikum.."..
"Waalaikumsalaam.."..
"Mari sini mbak Liya"..
" Mbak Liya tolong siapin semua peralatan untuk pasang infus ya.., ini buku checlist nya untuk membantu memudahkan"..
"Baik pak, saya sudah paham"..
Dengan sigap dan cepat sayapun menyelesaikan tugas yang diamanahkan kepadaku.
"Sudah saya siapkan pak, moho dicek dulu takut ada kekurangan".. pinta saya memastikan..
"Bagus, sudah lengkap semua, Terima kasih mbak Liya"..
"sama sama pak" jawabku dengan tersenyum..
Tiba tiba Tanganku ada yang meraihnya..
jantungku mau copot. Berdebar gak karuan..
Pak Hadi, memegang tanganku..
"Nadi tangan mbak Liya kelihatan jelas ini, Jadi Probandus ya.."
"Jangan takut, nanti saya yang nginfus" jelasnya..
ahh... Baper untuk kesekian kalinya..
"iyaa pak..siyap.." jawabku sambil malu malu.
Praktikum KDPK berjalan dengan lancar dan serasa cepat sekali.
Semua mahasiswi belajar memasang infus satu per satu.
Semua mahasiswi pun kembali ke asrama..
Dan tanpa dimintai bantuan aku pun membantu PJMK untuk merapikan alat alat praktikum.
"Mbak Liya.., ke ruangan saya ya setelah merapikan alat alat, bawa kunci labnya sekalian"
Ada perasaan senang dihati..
Baper untuk kesekian kalinya...
Tok tok tok..
"Permisi pak.."
"Masuk mbak Liya.."
Pelan pelan aku masuk dengan hati yang gemetar.. Ada rasa yang indah dalam hati ini..
"ini kunci lab nya pak, semua sudah dikembalikan seperti semula"
"Terima kasih"..
"Sama sama pak,"
Sambil memutar badan berniat untuk beranjak keluar ruangan yang bikin dadaku ingin meledak.
"Sebentar mbak Liya..",
"Duduk dulu"..
Aku berhenti dan menoleh, Sambil perlahan lahan mengeluarkan kursi dari tempatnya.
Melihat sosok idaman didepan mata..
Astaufirullah.. Kenapa aku jadi menghayal gak karuan ya...
alih alih mengalihkan perhatian aku menundukkan kepalaku.
"Begini mbak Liya.., Minggu depan ada promo kampus ke Sekolah sekolah SMA. Nanti ada beberapa mahasiswi yang harus ikut untuk mempromosikan kampus Akbid ini., agar mereka tertarik untuk mendatar di kampus kita.
Jadi saya minta mbak Liya ikut dalam kegiatan ini"..
"Tapi saya kan masih tingkat 1 pak, biasanya kakak tingkat yang ikut serta",
"Minggu depan adalah jadwal tingkat 3 persiapan PKK (Praktik Kerja Klinik), jadi tidak bisa ikut, Tingkat 2 persiapan PKK juga. Jadi hanya tingkat 1 yang tidak ada kegiatan." jelasnya
"Hm.. baik pak, berapa orang yang ikut serta pak?"
"Nanti saya jadwal, setidaknya ada 3 kelompok yang jalan.. agar cepat selesei.1 kelompok dengan 3 mahasiswa nanti didampingi 1 dosen. Ada yang bagian presentasi, ada yang membagikan brosur, dan ada yang bagian pendokumentasian."
"Baik pak, "..
"Kalo bagitu saya ijin mau kembali ke asrama pak",
"Bareng saya saja mbak Liya"..
"Temen temennya kan sudah pada pulang juga. Daripada jalan sendirian, Tunggu saya di luar ya.., saya ambil sepeda motor dulu"
Aku hanya bisa terdiam dan menunggu nya di luar.
"Ayo mbak..naik"
Tanpa berkata apapun, akupun membonceng untuk kedua kalinya..
Entah apa yang nantinya ada dipikiran teman teman di asrama jika melihat lagi .
Ah... bodo amat.. Aku merasa bahagia..
Kali ini kami mengobrol sedikit selama perjalanan ke asrama, Bicara perihal Rencana promosi kampus, dan sedikit hal pribadi tentang keluarga.
Aku baper lagi........hiks.
Beberapa mahasiswa sudah mulai ada yang bergosip tentang aku dan pak Hadi.
Tapi aku tidak memperdulikannya.
Setidaknya yang aku tau, Itu tidak dilarang.
Dia masih single dan akupun single.
Jadi.., So What..
Acara promosi kampus adalah moment awal Dimana kami menjadi semakin dekat. Lebih dekat dari sekedar kegiatan yang dilakukan antara Dosen dan mahasiswanya.
Kami mulai sering mengobrol dari telpon asrama. Kami mulai bertukar memo untuk sekedar say hello..
Tidak ada Komitmen apapun. Tapi yang pasti hubungan kami berbeda. Hubungan kami lebih dari antara dosen dan mahasiswanya.
Ujian Semester 2 mulai berlangsung, Akupun berusaha semaksimal mungkin untuk meraih nilai tertinggi.
Hingga pada hari Ujian mata kuliah sang pria idaman.
Aku berusaha lebih untuk mata kuliahnya. Karena aku tidak mau jika hasil nya tidak sempurna. Aku bakalan malu.
Dia berjalan sambil membawa lembar daftar hadir mahasiswa tepat di bangku yang aku duduki. Sambil mengambil kartu ujian ku, dia menandatangani nya dan sedikit menulis sepertinya.. Aku penasaran.
Dia meletakkan kartu ujianku dengan dibalik.
Dan akupun menyadarinya, ada tulisan kecil di ujung bawah kartu.
Semangat belajarnya,Biar hasilnya maksimal bund.
Bund??? What !!! aku mimpi gak nih?? Aku senyum senyum sendiri seperti orang gila.
Tanpa kusadari ada sesosok di depan sana sedang memperhatikanku sembari tersenyum juga. Akupun jadi malu.
Semakin lama hubungan kami semakin tampak oleh mata, Banyak gosip yang beredar di kampus maupun di asrama. Perubahan sikap dari seorang Dosen terhadap salah satu mahasiswanya tampak jelas. Ada perilaku yang berbeda tentunya.
"Liya Yulia"..
"Tidak masuk pak, sedang sakit"..
"Sakit apa mbak Vina mbak Liya nya?, siapa yang jaga di kamarnya?"
Dengan nada tampak mencemaskan, seisi kelas menjadi riuh, cerita Vina ke aku sepulang dari kampus
Akupun tidak terlalu menanggapi, karena tubuhku terasa lemah..
Telepon diujung kamar berdering,
"Vina... ada telepon..., seperti nya suara pak Hadi"..kata Mega yang mengangkat telepon.
Akupun tidal terlalu merespon. Aku benar benar sakit.
Vina datang terburu buru menghampiriku.
"Pak Hadi yang telepon, aku disuruh tanyain ke kamu, kamu mau makan apa?, trus kamu disuruh periksa ke klinik kampus besok, Kata pak Hadi, makan yang banyak, gak boleh makan pedas dulu, minum obat dan istirahat yang cukup." cerocos Vina di sampingku.
"Kamu sama pak Hadi....."
uhuk uhuk..Aku langsung batuk sambil meminta air putih pada Vina, berharap dia tidak melanjutkan pertanyaannya.,
Tubuhku terasa masih sedikit lemas, aku pakai sweater sambil berjalan digandeng Vina.
"Kalau masih lemes sebaiknya gak usah masuk"
"Bosen Vin di kamar, Nanti aku ketinggalan banyak mata kuliah"..
Tanpa kusadari, ada sepeda motor berhenti tepat di depanku dan Vina.
"Kok sudah masuk ? Kalo masih sakit jangan masuk dulu, nanti tambah sakit mbak Liya.." sontak Vina tercengang melihat Seseorang dosen begitu perhatiannya kepada mahasiswanya.
"Mbak Vina kok gak ngelarang mbak Liya, suruh jangan masuk dulu"
Vina makin tercengang..
"Saya sudah bilang pak, tapi Liyanya maksa"..
"Jangan di forsir, kalo sudah gak tahan, nanti ijin balik ke asrama aja, ngerti mbak Liya"..
Aku hanya bisa mengangguk agak sedikit canggung, tapi hati ini terasa sangat bahagia.
Vinapun menyadari ada sesuatu diantara kami. Hanya dia tak berani bertanya apapun. Dia hanya tersenyum melihatku dan membicarakan tingkah lucu Pak dosen Favorite.