Sejak pertemuanku dengan Deddy di Surabaya kemarin, akhirnya aku memutuskan untuk baikan dengannya. Meski rada canggung, tidak seperti ketika pertama jadian. Ada sikap Deddy yang berbeda menurutku. Entah apa tapi perasaanku mengatakan ada sesuatu yang disembunyikan.
"Ta..,besok aku gak bisa ngapel ke asrama ya, soalnya aku harus pulang, ada acara di rumah",
Tiap malam Minggu Deddy biasanya ngapelin aku ke asrama, atau kita jalan keluar meski hanya sekedar makan di warung pinggiran.
Karena tidak ada acara, aku hanya nonton film dilaptop saja bersama teman kamar yang jomblo. hihihi
Berulang ulang aku melihat layar Hpku, tidak ada satu smspun yang masuk. Ternyata aku berharap Deddy sms atau meneleponku. Aku berusaha memperbaiki hubunganku dengannya. Dengan lebih perhatian dan fokus mencoba menjaga perasaan nya.
Yank..
Kamu sampai dirumah jam berapa?
Aku memutuskan untuk sms terlebih dahulu
Namun tidak seperti biasanya, Deddy tidak membalas sms ku sampai aku beranjak tidur.
Ada keanehan yang aku rasakan. Entah kenapa hati ini merasa ada sesuatu dengan Deddy.
Lampu Layar Hp berkedip, aku segera membuka inbox SMS. Berharap Deddy membalas sms ku.
1102
Apa??? Dia??? Kenapa dia muncul lagi?? Apa ini jebakan?? tapi ini adalah kode yang hanya aku dan dia yang paham. Aku bingung bercampur takut. Aku memilih tak membalasnya.Aku hapus sms nya. Tapi tak bisa kupungkiri aku penasaran. Kenapa dia menghubungiku lagi, ada apa?
***
Tak ada balasan SMS dari Deddy. Tidak seperti biasanya. Hubunganku dengannya sekarang ini berbeda dengan yang kemarin. Biasanya Deddy lebih intens menghubungiku. Dia biasanya lebih perhatian. Tapi kini ada beda yang sangat jelas aku rasakan.
Hari libur ini aku gak ada kegiatan apapun. Aku bersama teman beda kamar yang tidak mudik memilih beli rujak favorit kami di depan asrama. Dan memilih memakannya sambil nonton film di laptop.
"Mbak Lia.., ada telepon ", Teriak teman kamar diujung lorong kamar.
Aku bergegas mengangkat telepon.
"Halo,..",
"Kok gak dibalas sms semalem?",
Deg!! Aku gak menyangka dia yang menelepon.
"Kenapa jennengan telepon saya lagi?"
"Kangen..",
Jawaban yang begini inilah yang selalu membuatku gagal move on.
Dia pergi dan datang sesuka hatinya. Dan aku gagal menolaknya. Karena tak bisa kupungkiri dia adalah sosok pria yang karakter idamanku ada pada dirinya. Kecuali satu, Dia sudah ada yang memiliki.
Aku terdiam, tidak tahu apa yang akan aku bicarakan. Kami sudah lumayan lama tidak berkomunikasi lagi. Bagaimana mungkin, dia kembali datang disaat aku ingin memulai lagi hubunganku dengan Deddy yang sempat berantakan.
"Kalo gak mau bicara, ya sudah.",
Kalimat yang sulit rasanya aku cerna.
"Jennengan kenapa kok hubungi saya lagi?, nanti kalo ketahuan tambah runyam",
"Kangen.. gak bisa nahan",
"Jangan gitu lah, saya sudah susah payah lho buat jaga jarak sampai sekarang ini, Kalo sampai ada yang curiga lagi nanti tambah repot", nadaku rada sedikit kesal di dengar sepertinya.
"Ya sudah, maaf. Bilang saja kamu sudah gak mau saya telpon lagi",
"Sudah tau to situasinya seperti apa, Jennengan kok malah kayak anak kecil. Ini nelfon dari mana?"
"Saya ada di kantor, mau telfon nomer hp Ndak tau nmr barunya. Saya besok mau ke luar kota 3 hari".
"lha terus?"
"Kok gitu? Emang gak bakal kangen ta?"
"Sudah gak boleh kangen lagi..., gak boleh.., Nanti kalau ketahuan saya yang tetep disalahkan. Meskipun saya kangen, saya bisa apa coba?",
"Bisa nelfon, bisa ketemuan",
Astaga, kenapa disaat aku hampir bisa move on, dia datang dengan kegombalannya seperti sekarang ini. Aku galau jadinya.
"Saya minta nomer Hpnya yang baru, sms habis ini",
"Jangan tidur malem malem.., "
Tut..Tut..Tut..
Huuuuuffftt...
Apa lagi ini, kenapa harus serumit ini lagi.
Perasaan yang susah payah aku kubur kini muncul kembali. Hanya dengan sekali telfon, aku sudah seluluh ini. Ternyata perasaanku belum benar benar merelakannya. Masih tersimpan rapi di dasar hatiku. Dengan sekejap saja bisa muncul kepermukaan. Rasa ini, Detak jantungku berdebar kencang. Menandakan bahwa hati ini masih miliknya meski tak seutuhnya. Tapi cukup mampu membuat malamku ini gelisah.
Aku bingung, apa aku harus beritahu nomer hpku ini atau tidak. Tak bisa kupungkiri, aku memang masih memiliki perasaan padanya. Tapi, apakah harus aku ulangi lagi? Sampai kapan? Aku mencoba mengalihkan pikiranku ini untuk lebih fokus dengan memperbaiki hubunganku bersama Deddy. Aku berpikir lebih baik aku menelepon Deddy.
RBT Terus melangkah yang dinyanyikan Peter Pan rasanya sedikit mengganggu telingaku. Karena itu adalah lagu yang sering dinyanyikan Deddy dengan Gitarnya di depan asramanya ketika kami putus kemaren itu. Sepertinya lagu itu dipilihnya karena sesuai dengan keadaan hatinya waktu itu.
Hingga panggilan ketiga Deddy tidak menjawab teleponku. Aku pikir dia mungkin sudah tidur. Aku pun memilih untuk tidur saja, kaletakkan hpku di sebelah bantal. Karena aku yakin tidak mungkin ada sidak malam ini. Karena penghuni asrama hanya sisa beberapa anak saja.
Drett ..Drett ...Drett..
Sambil mata terpejam aku mengambil Hpku dan mengangkat telepon..
"Halo yank..",
"Siapa? Yank?"
Aku langsung terkejut mendengar suara diseberang sana.
"Jennengan tau nmr saya dari siapa?"
"Kenapa? Kamu berharap yang telfon bukan saya?"
"Maaf, saya hanya tidak mau kejadian kemaren semakin runyam , dan yang disalahkan pasti saya. Bukan Jennengan."
"Saya siap nanggung resikonya".
"Saya yang belum siap."kataku menegaskan. Meski rasanya hati ini sangat ingin terus bersamanya. Jelas ada banyak hal yang membuat kami tidak bisa bersama.
"Kamu balikan sama Deddy?".
"Iya, seminggu yang lalu".
"Setau saya, Deddy itu sudah punya pacar. anak STIKES juga."
Deg!! apa benar Deddy sudah punya pacar?
Apa benar, dia hanya ingin membalas ku saja?
Apa benar keanehan yang aku rasakan ternyata ini penyebabnya.
"Jennengan tau dari siapa?"
"Kabar seperti itu mudah sekali nyebar, kamu dulu aja jadian ma Deddy sekampus semua pada tau. Malah sampai ke semua dosen iya kan?",
Jujur pernyataan darinya mengganggu pikiranku saat ini.
"Gak usah pacaran, fokus saja dengan kuliahmu".
"Trus , kenapa jennengan masih ganggu saya terus? katanya saya gak boleh pacaran?",
Tak ada jawaban dari sebernag telfon.
Hanya terdengar hembusan nafas berat.
"Ya sudah, istirahat lagi. Kalo bisa putus saja sama Deddy. Fokus sama kuliahmu, Cari yang sama sama pinter. Jangan suka makan pedes pedes. Hati hati Hpnya."
Entah kenapa hati ini merasa sedih, seakan akan itu pesan terakhir darinya.
"Yah...", tak betah juga rasanya aku menghindarinya.
"Hmm..."
"Maaf, saya selama ini menghindar itu karena saya takut nanti nya justru ada kejadian2 yang tidak baik dikemudian hari. Karena ini salah kan yah.., ini tidak benar.., Harusnya kita tidak lagi memiliki hubungan selain sebagai dosen dan mahasiswanya. Seharusnya saya dan Jennengan tidak boleh berkomunikasi seperti ini. Ini selingkuh namanya kan yah? Meski kita tidka pernah melakukan hal hal yang sejauh itu, tapi tetap saja ini namanya selingkuh. Saya takut yah,"
"Ini salah saya, saya yang tidak bisa menahan perasaan saya. Saya yang tidak siap melepas kamu."
"Saya harus bagaimana?, sayapun masih memliki perasaan yang sama seperti dulu. Hanya saja saya ingin mengalihkan perasaan ini, makanya saya memilih balikan dengan Deddy yah",
"Kamu jangan terlalu berharap lebih, coba kamu cari info dulu, karena setau saya Deddy pacaran dengan temannya."
"Makasih infonya, nanti saya coba cari tau Dulu".
"Ya udah, jaga diri baik baik."
Malam ini sepertinya aku bakalan susah tidur.
Aku harus bagaimana . Deddy punya pacar?
yank.. kamu udah tidur?
Kukirim pesan singkat dan berharap dia membalasnya.
Belum, ni mau tidur.
Tadi aku telfon, kamu kemana?
Aku tadi ada acara diluar, gak denger ada tlp.
Ya udah, kamu istirahat aja..
Besok balik kan?
Iya..
Aku bsk balik .
***
Aku memang merasakan perbedaan dari sikap dan cara Deddy membalas pesanku.
Tapi aku masih berfikir positif, itu karena kesalahanku kemarin yang mungkin masih belum benar benar bisa dilupakan olehnya. Sehingga sikap nya masih terasa dingin kepadaku.
Hari ini hari Minggu, tidak ada aktivitas apapun. Aku memilih untuk jalan jalan ke Mall.
Sendirian, tanpa teman.
Ada beberapa yang ingin aku beli. Dan aku nanti akan mampir sebentar ke kontrakan sahabat karibku. Hanya itu jadwal aktivitasku hari ini. Sambil merefresh pikiran ku yang lagi kalut. Berharap bisa lebih tenang.
***