MELUNAK

640 Kata
"Lho Mas Dandi kok tangannya di perban gitu, Mbak?" tanya Atikah yang sedang duduk di meja resepsionis saat melihat Larissa yang berjalan menuju ke arah dirinya dengan memapah tubuh Dandi serta satu pria berparas tampan dengan tubuh tegapnya yang juga ikut membantu keduanya. "Barusan terjadi adanya insiden kecelakaan kecil, Tik. Oh iya aku mau minta tolong, ini ada Bapak Kaisar. Beliau CEO dari PT Indra Cipta Abadi," ucap Larissa sembari menunjuk ke arah Kaisar dengan dagunya. "O-oh. Mohon maaf, Pak. Ada yang bisa kami bantu?" ucap Atikah dengan tergagap dan sungkan. "Saya bantu kamu dulu memapah Dandi sampai ruangannya, Ssa" ucap Kaisar dengan menatap Larissa tanpa menghiraukan perkataan dari Atikah. "Saya sudah mendingan kok, Pak. Jadi saya tidak perlu Bapak bantu sampai ke ruangan saya. Mohon maaf kalau saya malah menjadi merepotkan Bapak," ucap Dandi dengan cepat dan ada rasa segan kepada Kaisar. "Nggak usah, Pak. Bapak langsung ke Ruang Meeting Tiga saja. Biar Atikah yang mengantarkan Bapak untuk ke sana ya," ucap Larissa menolak bantuan dari Kaisar. Bukannya ia tidak mau dibantu, Tapi jika pria tersebut membantu dirinya dan Dandi hingga ke ruangan Departemen Keuangan, Bisa-bisa yang ada mereka berdua malah akan bulan-bulanan seisi kantor karena telah kurang ajar dengan klien yang paling penting bagi perusahaannya tersebut. Toh lagian ia dan Kaisar sudah sepakat jika di dalam kantor ataupun saat dalam urusan pekerjaan, mereka berdua akan bersikap profesional sebagai karyawan PT Arta Cipta Pusaka dan CEO dari PT Indra Ciptakan Abadi. "Beneran kamu tidak butuh bantuan dari saya? Ini termasuk bentuk tanggungjawab saya atas kejadian yang menimpa kalian berdua," ucap Kaisar memastikan kembali kepada Larissa dan Dandi atas tawaran yang ia ajukan. "Mohon maaf, Pak. Ruangan kami sudah dekat juga kok. Lebih baik Bapak segera masuk ke Ruang Meeting Tiga saja. Karena kehadiran Bapak sudah ditunggu-tunggu oleh tim kami sedari tadi," ucap Larissa memberikan penolakan dengan halus dan mengangguk sebagai tanda tidak apa-apa pada Kaisar. "Ya sudah. Hati-hati ya kalian," ucap Kaisar menyudahi tawaran yang ia berikan, "Mbak, tolong antarkan saya ke Ruang Meeting Tiga ya!" "E-oh baik, Pak. Mari lewat sini," ucap Atikah sembari menunjukkan jalan menuju ke Ruang Meeting Tiga PT Arta Cipta Pusaka kepada Kaisar, "Kami duluan ya Mbak, Mas!" "Oke, Tik. Antarkan beliau dengan benar ya, Tik. Jangan grogi, haha" ucap Dandi dengan terkekeh dan meledek Atikah. Atikah sebenarnya ingin membalas perkataan dari Dandi, tetapi ia harus menjaga sikap di hadapan para klien sebagai bentuk profesionalitas dalam bekerja. "Yuk, Buruan naik! Sebelum Bu Indira tambah menjadi-jadi Reog Ponorogo," ucap Larissa sembari memapah Dandi kembali untuk berjalan ke arah lift. "Ayok aja gue mah! By the way Pak Kaisar kok tetiba jadi tunduk sama lu gitu sih? Ada yang gue lewatkan waktu kalian lagi berduaan di Ruang Tunggu Rumah Sakit tadi ya?" ucap Dandi dengan rasa penasarannya. "Panjang ceritanya. Yang jelas kita berdua sudah memilih untuk berbaikan aja," balas Larissa dengan santai. "Ya bagus deh! Setidaknya setelah kecelakaan tadi pagi nggak ada drama pertengkaran ajaib diantara kalian berdua yang berpotensi memicu mood beliau jadi jelek dan berakhir langsung menolak pengajuan tender dari perusahaan kita ini," ucap Dandi dengan lega. "Yaps. Gue sih berharapnya malah setelah kejadian absurd yang terjadi pagi ini dan karena rasa tanggungjawab yang belum kelar itu, Jadi bikin dia menerima pengajuan tender dari Perusahaan kita ini. Kan rejeki nomplok banget tuh jadinya nanti," ucap Larissa dengan gembira dan semangat. "Tinggi banget ya ekspektasi lu, Ssa. Kayaknya bakalan mustahil sih kalau itu bisa terjadi. Ya kita berdoa aja semoga Pak Kaisar tiba-tiba jadi khilaf menyetujui proyek kerjasama ini," ucap Dandi dengan menggelengkan kepalanya. "Lho harusnya harapan tuh malah dibuat setinggi-tingginya dong. Biar nanti kalau jatuh paling nggak tuh nggak sakit banget gitu, Dan" ucap Larissa sembari menuntun Dandi untuk masuk ke dalam lift. "Iya deh iya. Gue kalah sama leluhur yang sakti dengan perkataannya ini deh," balas Dandi sembari mengacak rambut Larissa dengan gemas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN