SERANJANG DENGAN si BREWOK - 28 "Yank ... aku sudah di lobi, ya," ucap Haidar bicara dengan Azzura melalui ponselnya. "Loh? Kok, Mas, tumben ini baru jam empat. Masih satu jam lagi aku pulang, nggak apa-apa Mas nunggu?" "Iya, nggak apa-apa, Sayang. Tadi, aku habis dari lapangan. Males ke kantor lagi, langsung saja aku ke sini." "Ya, sudah kalau gitu. Aku pesankan minuman, ya, untukmu?" "Iya, Sayang. Ice coffee aja, ya." "Iya, Mas. Aku telepon dulu OB-nya, ya." "Oke, makasih, ya, Sayang. Assalamu’alaikum." "Wa’alaikumsalam." Haidar memasukkan ponsel ke dalam saku celananya. Ia mengempaskan tubuhnya ke sofa di lobi gedung kantor Azzura. Ucapan Arini masih terngiang di telinganya. Kejadian siang tadi sangat membuat jiwanya terguncang. Ia tidak sanggup membayangkan bagaimana reaksi A

