Sudah satu minggu Rain dan Aira berbulan madu di Hawaii. Rain seakan enggan untuk kembali ke Indonesia. Apalagi setelah pulang, setumpuk pekerjaan pasti sudah menunggunya. Rain menyikap rambut Aira yang saat ini masih terlelap dalam tidurnya. Semalaman mereka menghabiskan waktu untuk saling memuaskan satu sama lain. “Aira pasti sangat kelelahan. Sebenarnya aku nggak tega melihat dia seperti ini. Tapi, aku juga nggak bisa apa-apa saat Aira begitu bersemangat untuk mengulanginya lagi...lagi dan lagi.” Rain lalu mengecup kening Aira, “Sayang, maafkan Om ya.” Aira yang merasakan ada kecupan hangat mendarat di keningnya, membuka kedua matanya secara perlahan. Ia lalu tersenyum. “Pagi, Om,” sapanya dengan senyuman di wajahnya. “Pagi, Sayang.” Rain lalu mengecup bibir mungil Aira, “morning

