Keesokan harinya Aira membuka kedua matanya. Ia tatap wajah tampan yang kini tengah terlelap di sampingnya. Rain masih terjaga dalam mimpi indahnya. Aira mengusap lembut pipi dan bibir suaminya yang masih terlelap sambil memeluknya. Rasa hangat dan nyaman saat ini tengah ia rasakan. Tiba-tiba Rain memeluknya dengan sangat erat. “Om, lepas! aku nggak bisa nafas,” pinta Aira sambil mencoba menyingkirkan tangan suaminya dari atas tubuhnya. “Tumben kamu jam segini sudah bangun, Sayang,” ucap Rain sambil membuka kedua matanya. “Ini sudah pagi, Om. Aku mau mandi.” “Nanti saja, kita mandi bersama,” ucap Rain sambil mempererat pelukannya. “Om, lepasin,” pinta Aira lagi. Rain menatap kedua mata indah istrinya lalu mengecup keningnya, “Sayang, Om ingin kita melakukan hal yang sempat tertund

