Sesampainya di rumah, Rain meminta asisten rumah tangganya untuk memasak makanan yang bergizi untuk Aira. Ia juga membagikan kabar gembiranya kepada asisten rumah tangganya. Wanita paruh baya itu ikut merasa bahagia untuk kebahagiaan majikannya. Ia juga mengucapkan selamat untuk kehamilan Aira. “Nanti kalau sudah siap, tolong panggil kami.” “Baik, Tuan.” Rain lalu mengajak Aira untuk beristirahat di dalam kamar. “Om, apa sekarang Om sudah bisa cerita?” Aira masih merasa penasaran. Bagaimana ia bisa hamil bayi kembar, jika keluarganya tidak ada yang memiliki gen kembar. Rain naik ke atas ranjang. Ia lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjang. Aira menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. “Apa keluarga Om ada yang mempunyai gen kembar?” Rain menganggukkan kepalanya. “Om sebenarn

