Mala terbangun dari tidurnya. Dia mengerutkan keningnya dengan heran. Sungguh, tadi dia merasa kalau ada yang memeluknya dengan erat, bahkan membuatnya nyaman, tetapi mengapa sekarang tak ada satupun orang di sini? Dia berdecak kesal, wanita itu lebih memilih untuk membangunkan tubuhnya dan membereskan tempat tidurnya. Setelah selesai, dia keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke dapur. Alangkah baiknya dia yang membuatkan makanan untuk keluarganya ini. "Kau di sini?" Mala menengok, melihat ada Dewi di sini, membuatnya merasa sangat takut sekali. "Heh, gara-gara mu, aku harus mendapatkan amarah dari Bian." Satu alis Mala menukik ke atas. dia menatapnya dengan penuh keherhanan. "Bukankah kau memang benar-benar yang mendorong ku?" Tangan Dewi mengepal dengan kuatnya. Dia ta

