Setiap orang punya hangat peluk masing-masing
Punya nyaman pundaknya sendiri-sendiri
Sebab itu satu yang hilang tidak bisa digantikan dengan seribu
yang datang
~Kalea
Sudah sejak subuh tadi kalea bangun dan siap-siap menuju sekolahnya, hari ini adalah hari pertama ia masuk sma sebagai siswi kelas 12 namun ia tidak bisa masuk ke kelas karena ia menjadi panitia mpls.
Kalea lebih memilih di antar oleh pak warli yang merupakan supir pribadinya dirumah, ayah dan bundanya sengaja menyuruh pak warli untuk mengantar jemput lea karena tau kalau atha pasti sangat sibuk sebagai ketua osis sekaliagus ketua pelaksana mpls ayahnya dulu seorang ketua mpk sehingga tau bagaimana sibuknya ketua osis.
Mpk itu kepanjangan dari majelis perwakilan kelas, jadi setiap kelas punya dua orang perwakilan yang mengikuti organisasi itu. Tugasnya sama dengan osis namun bedanya mpk lebih ke menyampaikan aspirasi dari setiap siswa yang ada di kelas lalu di sampaikan ke pengurus osis atau mengenai kegiatan sekolah bisa tuh melakukan usulan lewat anak mpk dikelasnya yang nantinya akan disampaikan ke ketua osis.
Mpk juga punya ketua yang terdiri dari tiga orang sama seperti osis kalau diosis ketua satu atau mitra tama, wakil ketua satu atau mitra muda satu, wakil ketua dua atau mitra muda dua. Supaya kalian tidak bingung ya nanti kalau aku lanjutin ceritanya, owh ya kalau kelas sebelas tuh jabatannya masih sub ya, kalau kelas dua belas kasub jadi misalkan gini ada kasub kesenian dijabat kelas dua belas ada juga sub kesenian dijabat kelas sebelas. kalau ketua osis sama wakil masih di jabat kelas dua belas biasanya akan ada pilketos di akhir kelas sebelas atau semester dua nanti.
Untuk sekretaris kelas sebelas jabatannya sekretaris satu dan dua sama halnya juga dengan bendahara satu dan bendahara dua kan yang umum sama wakil masih di jabat kelas dua belas.
Sesampainya di sekolah masih gelap beberapa temannya juga sudah banyak yang datang, begitu sampai lea langsung mengenakan rompinya rambutnya ia gerai dengan poni dan dipinggirnya sedikit ia kepang yang menambah kesan imut di wajahnya.

Tak lupa ia mengeluarkan buku kecilnya untuk mencatat siapa panitia yang telat.
"Udah dateng dari tadi lo re?" tanya lea begitu melihat rea sudah nangkring di pos satpam.
"Baru lima menit yang lalu le" jawab rea.
"Eh bu bendahara belum datang semuanya nih?" sedari tadi lea belum melihat kedatangan sindy dan alya seharusnya mereka juga ikut mencatat untuk menarik denda yang ditetapkan di peraturan panitia, panitia yang telat di denda per menit dua ribu.
"Belum deh kayaknya, kalau alya sih nginep sma mungkin masih di dalem kalau sindy paling belum datang" sahut rea yang juga mengeluarkan beberapa papan ujian untuk absen peserta didik baru nantinya.
"Absennya ntar kasih ke kelas sebelas kan le? kita jadi pendamping kelas soalnya. Kalau kelas sebelas nggak jadi pendamping biar mereka muter aja"
"Iya, eh gue lupa jadi pendamping kelas Mipa 4" kalau tidak di ingatkan rea mungkin lea sudah lupa kalau ia menjadi pendamping kelas, semacam kakak pengampu jadi seperti guru selama kegiatan mpls ini berlangsung namun setiap kelas bukan hanya satu orang saja, ada sekitar 6 orang sebagai pengampu kelas. lea sebagai pendamping tandanya ia sebagai penanggung jawab kelas untuk melihat nanti kelas sebelas yang akan menyampaikan segala macam materi dan informasi, juga satu orang kelas dua belas lagi yaitu nanda yang menjabat sebagai kasub olimpiade.
"Hah hah hampir aja gue telat ya ampun" sindy dengan nafas ngos-ngosan baru saja tiba jam sudah menunjukkan pukul 04:57 tiga menit lagi yang datang artinya telat dan akan mendapatkan denda, dendanya bukan cuma uang jika keberatan bisa di ganti dengan lari mengelilingi lapangan satu putaran per menit atau memungut s****h di smanya satu karung per menit dan pastinya lebih banyak memilih membayar denda ya secara anak di smanya rata-rata anak berada termasuk anggota osis dan mpknya.
"Beruntung banget lo" kata rea melihat sindy tak jadi telat.
Hampir pukul tujuh sudah banyak yang datang tak terkecuali kelas sebelas, dua belas dan kelas sepuluh sebagai siswa baru yang ketara karena mereka membawa serangkaian syarat untuk mos.
Untuk anak cewek menggunakan seragam sma lengkap dengan papan nama dan kaos kaki hitam putih, dan pita sesuai kelasnya yang dipakai di rambut yang memakai hijab pitanya dipakai di ujung kerudungnya.
Kalau cowok sama saja namun pitanya ditaruh di lengan, banyak sekali kelas sepuluh yang menyejukkan mata. Bening-bening dan auranya berondong emang tak tertandingi haha.
Setelah itu mereka semua dikumpulkan dilapangan untuk mengikuti upacara pembukaan yang diikuti seluruh siswa termasuk kelas 11 dan 12 juga.
"Upacara penyambutan peserta didik baru tanggal 13 juli tahun 2021 siap dilaksanakan" kata sang pembawa acara lalu dilanjut serangkaian upacara.
Begitu upacara selesai kelas sepuluh masih di tahan, sambutan dari ketua osis yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, bahkan kelas sebelas dan dua belas masih banyak yang di luar kelas menyaksikan karena hari pertama masuk sekolah makannya guru pada ngasih jam kosong.
"Oke adik-adik acara selanjutnya yaitu sambutan dari ketua osis SMA negeri Prada, tapi jangan pingsan ya yang cewek karena ketos kita gantengngnya kelewatan sih ini" canda fadil pembawa acara
"Cepet dong kak nggak sabar pengen liat nih"
"Iya kak, nggak sabar nih"
"Panas tau kak"
Dasar anak jaman sekarang pada berani banget sama senior.
"Ayo dipersilakan ketua osis segera naik ke atas panggung sebelum saya di keroyok" kata fadil lagi, lalu atha menaiki panggung dengan wajah dingin dan penuh wibawanya membuat sorakan dari kaum hawa yang kagum akan ketampanan atha, bahkan kelas sebelas dan duabelas juga heboh mungkin libur dua minggu membuat mereka rindu akan wajah pangeran sma prada ini.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap atha
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" sahut mereka semua kompak dan penuh semangat.
"Perkenalkan nama saya Ghazam Atharrazka Haddad, saya menjabat sebagai ketua osis sma Prada, kalian bisa memanggil saya kak atha. Pertama-tama saya mau mengucapkan selamat kepada kalian semua yang sudah diterima, tapi jangan berbangga diri dulu karena masa putih abu-abu merupakan masa dimana awal remaja kalian dimulai jadi saya mau kalian membuktikan bahwa kalian bukan siswa smp lagi harus lebih bertanggung jawab, berani menyampaikan pendapat di hadapan banyak orang, berpikir kritis, respect dan korsa yang artinya kalian harus saling membantu dengan teman yang lainnya, patuhi peratutan selama masa mpls ini berlangsung dan jangan malu bertanya. Sekian yang saya sampaikan dari saya."
Sedangkan lea hanya mendengus mendengar pekikan alay dari kaum wanita dan memandang atha dengan kesal "tebar pesona aja terus" Batinnya.
Lalu semua siswa kelas sepuluh diarahkan ke kelas masing-masing, lea kembali ke mabes osis untuk mengambil jurnal kelas yang ia ampu begitu sampai mabes ternyata sepi, semua panitia sudah ke kelas pasti batinnya, baru saja ia hendak keluar ruangan kedatangan seseorang mengagetkannya, tak lupa atha menutup pintu.
"Kamu ngagetin aja sih" ujar lea sebal
"Udah sarapan?" tanya atha membuat lea bingung menjawab dirinya lupa kalau ia belum sarapan.
"Nanti, aku udah bawa bekal kok" jawab lea sedikit berbohong ia lupa membawa bekalnya karena terburu-buru tadi.
"Makan sekarang aku udah bawain roti, bekal kamu ketinggalan nggak usah coba bohongin aku" tegas atha membuat lea hanya mengnggukkan kepalanya lalu membuka roti yang diberikan atha dan memakannya dengan sedikit terburu-buru.
"Pelan-pelang sayang kamu bisa ke-. ."
"Uhuk uhuk"
Atha segera memberikan air pada lea yang langsung diterima gadis itu.
"Belum juga aku selesai ngomong, makannya kalau makan pelan-pelan" omel atha.
"Iya, lagian kamu tuh bikin deg-degan aja kalau anak-anak lainnya liat gimana?" omel balik lea.
"Biarin" jawab atha cuek dirinya malah menarik lengan lea sehingga mereka duduk berhadapan.
Lea cuek aja, ia masih sibuk mengunyah makanannya agar ia bisa cepat kembali ke kelas yang pasti sudah ditunggu panitia lainnya.
"Aku udah selesai, aku ke kelas dulu jurnalnya masih aku bawa kasihan mereka nungguin aku"
"Besok nggak usah dandan cantik aku nggak suka" kata atha tegas namun dihiraukan lea, ia bahkan sedikit berlari agar atha tak dapat mengejar dirinya atau bahkan merusak dandanannya.
Pernah dulu lea dandan saat acara ulang tahun smanya karena wajar sih semua temannya bahkan lebih menor dari lea jadi lea sedikit bedakan dan pakai liptint lalu atha dengan seenak jidaknya menyuruh ia menghapus dandanannya kalau tidak atha mengancam akan mengurung lea diruangan lelaki itu.
Kejam