Dp di hapus
Last seen di matiin
Centang biru dimatiin juga
Kalian punya masalah hidup apa?
~Atha
Setelah sedikit drama akhirnya lea bisa sampai dikelas Mipa 4 tempat ia mengampu, begitu masuk ia langsung disambut dengan suara kelas sepuluh.
"Selamat datang kak Lea" ucap mereka serempak begitu lea memasuki kelas itu.
"Wah udah pada kenal kakak ternyata, brarti kakak nggak usah kenalan lagi ya?"
"Eh kenalan dong kak biar lebih kenal" sahut salah satu cowok yang duduk di bangku pojok.
"Yaudah, perkenalkan nama kakak Kalea Syafaluna Maheswari kalian bisa panggil kakak kak kalea atau kak lea, jabatan kakak di osis sebagai sekretaris umum osis, disini kakak sebagai kakak pendamping kalian untuk penyampaian materi tetap di sampaikan sama kakak-kakak yang sudah didepan kalian ini, sekian perkenalan dari kakak apa ada yang ingin ditanyakan?" Begitu lea mengakhiri ucapannya banyak anak cowok yang mengangkat tangan hendak bertanya.
"Kak kalea kelas dua belas?"
"Iya"
"Yah beda dua tahun dong, nggakpapa deh kalau cinta nggak mandang umur kok kak" kata cowok itu lagi membuat sorakan dari teman-temannya.
"Kak lea udah punya pacar?" tanya salah satu cowok yang duduk di bangku tengah bagian belakang sendiri.
Sebenarnya lea mau menjawab sudah tapi takut mereka pada bertanya siapa cowoknya apalagi disini ada panitia osis lainnya bisa bahaya kalau dirinya ngomong jujur.
Ketika lea hendak menjawab pintu kelas tiba-tiba dibuka membuat semua orang mengalihkan pandangannya ke orang itu, beberapa anak cewek sudah memekik kegirangan begitu melihat yang datang ketua osis mereka yang sangat di idam-idamkan kaum hawa.
"Maaf mengganggu waktunya sebentar, sepuluh menit lagi persiapan ke aula" ujar atha.
"Iya tha, eh kok kakaknya nggak disapa" nanda yang mengerti situasi langsung mencairkan suasana kelas.
"Selamat datang kak Atha" kompak mereka, yang hanya dibalas anggukan oleh lelaki itu lalu ia keluar dari kelas.
"Adek-adek sekarang persiapan membawa alat tulis ya, semuanya udah di sampulin hijau kan?" kata ajeng yng merupakan osis kelas sebelas, disini ada empat pengurus osis kelas sebelas ajeng dan awalia yang cewek dan dua cowok yaitu galih dan farhan.
"Sudahhh kak" jawab mereka kompak.
"Nanti baris ya, ketua kelasnya dek angger tadi yang sudah terpilih jangan lupa memimpin barisan" sahut galih.
"Jangan lupa nyanyiin yel-yel kelas yang semangat biar nggak kalah sama kelas lainnya" ujar farhan, memang kelas sebelas harus yang paling aktif sedangkan kelas duabelas hanya membantu dan mengawasi saja.
"Coba nyanyiin yel-yelnya biar nggak lupa nanti ya" kata awalia menambahi.
"Kami ... adalah ...
Kelompok yang paling terbaik
Diantara ... kelompok yang lain
Hanya kami yang paling hebat
Lihat lihat kami yang ceria
Lihat lihat senyum lebar kami
Kami yakin kami nomor satu
Karena gak ada lagi ...
Yang seperti kami
(lagu Laskar Pelangi)
Kelas Mipa 4
Bisa
Bisa
jadi juaraaa"
"Yeayyyy bagus banget yel-yelnya nanti kalau ada sesi tanya jawab harus berani jawab ya biar dapet nilai tambahan" Lea yang baru mendengar yel-yelnya merasa bangga adik yang didampingi kali ini semangat semua, dulu pas kelas sebelas dia mendapat kelas yang kurang aktif namun sepertinya kelas ini aktif semua.
"Jurnalnya mana le?" tanya nanda.
"Eh iya nih, maaf ya tadi ada urusan sebentar makannya sedikit lama" kata lea tidak enak.
"Nggakpapa nanti kita dibelakang barisan aja, kelas sebelas udah gue bilangin buat nunjukin jalan ke aula" Nanda masih sibuk mengisi jurnal kelas sebelum mereka ke aula.
Begitu masuk kedalam aula sudah banyak anak kelas sepuluh yang tiba
mereka masih saling menyuarakan yel-yel kelasnya masing-masing.
Panitia mpls terlihat mondar-mandir menyiapkan bangku untuk pemberi materi, ada juga yang sibuk menata meja dan vas bunga.
"Pendamping kelas berapa lo le?" tanya jesika yang merupakan teman sekelasnya juga sekaligus pengurus osis.
"Mipa 4, lo jadi pendamping juga?"
"Nggak, gue kan dapet sie acara mana bisa" sahut jesika, kalau dapat sie acara memang tidak dilibatkan dalam kegiatan lainnya karena sie acara harus mondar-mandir memastikan acara berjalan sesuai jadwal dan tepat waktu walaupun masih sering molor sih pokoknya sibuk banget deh kalu jadi sie acara.
"Owh iya deh, ya udah sono pak Darto udah dateng belum biasanya kan dia paling lupa ngisi materi"
"Ck guru itu udah tua bikin repot aja elah, gue mastiin dulu d**a lea cantik semangatt ya" ujar jesika sambil berjalan cepat ke ruang guru.
"Kelas sebelas udah gue bilangin buat mantau adek kelas, kita diluar aja katanya yang kelas dua belas diluar aja biar kelas sebelas nggak canggung" Beritahu nanda yang ikut duduk disamping lea, jadi kelas sebelas tuh enak nggak enak kalau mereka mau nyuruh atau ngasih materi kadang canggung karena ada senior mereka, disisi lain takut membuat kesalahan.
"Iya deh, lo udah sarapan?" tanya lea.
"Udah tadi" jawab nanda, lalu pengurus osis kelas duabelas lainnya ikut bergabung bersama mereka, di dalam aula kelas sepuluh nanti akan diberi materi berupa penanyangan video tempat-tempat di sekolah meskipun akan ada jelajah sekolah namun agar mereka lebih mengenal lebih, ada juga penanyangan profil anggota osis dan mpk, sedikit film pendek yang dibuat panitia mengenai penyambutan selamat datang kepada peserta didik baru.
"Enak banget ternyata jadi kakel gini, nggak ada yang ngasih perintah" kata wening yang disetujui kita semua, dulu pas kelas sebelas jadi panitia harus nurut perintah kakak kelas karena sekarang kita yang paling tua jadi bebas deh.
"Dek tolong ambilin mic di gudang"
"Dek nanti persiapan perlap"
"Dek, jangan lupa cek atribut"
Kata wening menirukan perintah kakak kelas kami dulu, lalu kita semua tertawa melihat tingkah wening.
"Haha aduh, perut gue sakit anjir. Eh kelas sepuluh bening-bening semua sih asli" sahut tata
"Iya, eh lo tau nggak angga kelas mipa dua yang tinggi putih itu" tanya ine.
"Tau, gue pendampingnya malahan" sahut tata lagi.
"Dia pacarnya Mita tau"
"Mita anak osis kelas sebelas?" tanya nanda yang ikut kepo.
"Iya, gila nggak tuh cakep banget pacarnya. Dulu gue sering liat ignya sih" lalu mulailah mereka bergosip ria, sedangkan lea hanya diam tapi juga menyimak dirinya malas menyahuti yang penting dengerin aja supaya nggak ketinggalan berita haha.
Kantin sekolah sangat ramai karena sudah masuk jam istirahat, para panitia juga banyak yang ke kantin mengisi perut yang keroncongan, sedangkan kelas sepuluh masih di dalam aula tapi sudah mendapatkan snack makanan, mereka istirahat jam setengah satu nanti untuk menghindari padatnya kantin meskipun sudah dihimbau untuk membawa bekal pasti banyak yang ingin ke kantin juga padatnya masjid yang antri panjang untuk sholat.
Lea dan nanda sudah selesai sholat mereka langsung menuju kantin, meskipun sudah di tinggal sholat dulu kantin masih saja ramai.
"Pengen pesen apa le?" tanya nanda.
"Batagor aja deh tapi agak pedes gue lagi ngidam banget nih" ujar lea yang diangguki nanda, karena posisi nanda yang ada didepan jadi dia yang memesan.
"Duduk dimana nih nan, bangku penuh semuanya" bukannya menjawab nanda malah menarik dirinya ke bangku yang diduduki panitia osis kelas dua belas yang juga merupakan sang pentolan sekolahnya.
"Gue sama lea boleh gabung nggak, bangkunya penuh semua" Tanya nanda pada ke delapan orang yang duduk.
"Boleh banget dong neng nanda, monggo silakan duduk neng nanda dan neng lea" jawab akbar semangat melihat dua gadis cantik itu.
"Makasih ya" kata lea.
"Eh gue juga ikut gabung boleh nggak?" sindy yang baru saja datang dengan semangkuk soto ditangannya ikut gabung.
"Gabung aja, bangkunya masih panjang nih" sahut wahyu.
"Sekalian alya, tata sama ine nggakpapa? mereka lagi antri"
"Iya santai aja" jawab wahyu lagi.
Lea sudah asik dengan es teh dan batagornya, baru saja ia hendak manambah sambal lagi sebuah tangan mengambil mangkuk sambal yang ingin ia ambil.
Pasti akal-akalannya aja biar aku nggak bisa ambil batin lea.
Selesai menuang sambal bukannya di kembalikan ke tempat atha malah menyingkirkan ke kiri tubuh cowok itu, lea yang berada di depan namun agak kanan cowok itu nggak mungkin bisa mengambilnya.
"Yang cewek juga banyak yang cantik sih, ntar kalau selesai mpls gue mau gebet satu udah gue incer" ujar akbar.
"Gue sih pengen gebet delia tapi kayaknya tuh orang ngefans banget sama atha, kalau atha ngomong langsung semangat banget gue yang ngajak ngomong cuek bebek aja" sahut andi kesal.
"Hahahaha" sontak semua orang dimeja itu tertawa.
"Udahlah kalah saing lo kalau sama atha" timpal ine.
"Gue kalau jadi adek kelas juga milih sama atha, sayang doi nggak mau aja" canda tata.
"Tata nggak boleh selingkuh, nasib gue gimana nanti" canda wahyu membuat tata mendelik kesal ke arah lelaki itu.
"Ogah banget gue sama lo"
"Hati-hati kalau ngomong gitu ntar lo nikah sama gue, jodoh nggak ada yang tau" kata wahyu membuat yang lain semangat menggoda tata.
"Lea diem-diem aja sama atha" ujar sindy membuat semua orang menatap mereka.
"Lagi makan nggak boleh ngomong" jawab atha santai.
"Le lo kemarin gue WA udah lo bales tapi belum centang biru, lo matiin ya centang birunya?" kata andi membuat atha mengalihkan perhatiannya ke cewek itu.
"Eh iya, ntar gue hidupin lagi" jawab lea.
"Gue ke masjid dulu, lain kali nggak usah di matiin centang biru sama last seen kayak orang punya masalah" kata atha sebelum pergi, ia kesal dengan sang kekasih pantas saja chatnya belum dibaca dari tadi pagi, padahal ia tahu lea sudah muncul di grup osis, tadi mungkin gadis itu sengaja tidak membalas pesan atha.
"Atha kalau ngomong pedes ya" kata nanda.
"Biasalah, eh gue juga belum sholat tungguin tha gue ikut" teriak akbar.
"Mampus gue juga" andi berlari mengerjar atha dan akbar di ikuti cowok yang lainnya.