Siap, Bah!

252 Kata

PoV Rama Aku dibuat panas dingin setelah mengatakan niatku kepada kedua orang tua Belia. Bagaimana tidak merasa nervous, apa yang aku sampaikan adalah sesuatu yang sangat penting dan serius. Aku menunggu jawaban dari Abah dengan hati yang tak menentu. Aku lirik sekilas kekasihku, gadis itu menunduk diam sambil memainkan jemari tangannya. Sepertinya sama sepertiku, gelisah. PoV Rama end Abah yang telah mendengar pernyataan sekaligus permintaan anak muda di hadapannya itu malah terlihat tersenyum. "Kalau Abah mah terserah anak Abah aja. Yang terpenting ini akan menjadi yang terbaik untuk kalian berdua dan keluarga. Abah dan emak akan merestui kalian." Abah mengucapkan kalimat dengan sangat menenangkan dua sejoli itu. "Iya, Emak juga merestui kalian. Tapi ingat, kalian harus sungguh-su

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN