Sore harinya Rama pun mengantarkan Belia pulang. Dan tentunya Rama akan menyampaikan maksudnya untuk meminang sang kekasih.
Sepanjang perjalanan, mereka bersenda gurau dengan riangnya. Betapa tidak, mereka akan memantapkan hubungan yang selama dua bulan ini mereka lalui.
Tidak ingin berlama-lama dalam masa berpacaran karena Rama yang merasa sudah cukup umur dan merasa sudah sanggup untuk memberikan nafkah jika nanti memiliki seorang istri
"Ayo masuk, Bang!" ajak Belia pada Rama ketika mereka telah tiba di rumah Belia.
"oh ya," sahut Rama sambil ikut masuk ke ruang tamu, dan langsung menempati kursi yang ada di sana.
"Koq sepi. Abah ke mana ya, Dek?" tanya Rama sambil tengak-tengok ke dalam.
"Jam segini mah Abah masih di mesjid, sholat Ashar dulu," jawab Belia.
"Ya udah Abang nunggu Abah sambil ngapalin kata-kata buat ngomong ke Abah, supaya lancar," bisik Belia menggoda Rama.
"Kalo itu mah Abang udah bisa," kata Rama sambil tersenyum simpul.
"Ok kalo gitu, aku mau mandi dulu." pamit Belia.
"Iya luluran biar tambah wangi!" sahut Rama lagi.
"Emangnya kenapa kalo udah wangi?" tanya Belia.
"Ada deh," jawab Rama sambil mengedipkan matanya.
"Dih, gombal," sahut Belia sambil melangkah menuju ke arah dalam rumah.
Tak lama kemudian Abah datang setelah mengucap salam, dan dijawab oleh Rama.
"Eh ada tamu rupanya. sudah lama Nak Rama?" tanya Abah.
"Belum sih, Bah," jawab Rama sopan sambil mencium tangan Abahnya Belia.
"Koq sendirian, mana Belia?" tanya Abah lagi.
"Mau mandi dulu katanya," jawab Rama.
"Sebentar abah mau ke dalam dulu, betah-betah aja dulu sendiri ya. Abah mau nyuruh Emak bikin minum dulu," kata Abah.
"Silakan, Bah," sahut Rama.
Beberapa saat kemudian Belia beserta Abah dan Emak muncul di ruang tamu. Di tangan Belia dan Emak masing-masing membawa minuman dan makanan kecil.
mereka pun akhirnya terdengar berbincang-bincang ringan sambil berbasa-basi. Sampai akhirnya Rama membuka suatu pembicaraan yang menurutnya sangat penting. Tentang rencana untuk masa depan antara Rama dan Belia.
"Sebelumnya saya mohon maaf pada Abah dan Emak jika nanti pembicaraan saya akan membuat Abah dan Emak jadi menambah beban atau pikiran," begitulah Rama mengawali pembicaraannya.
"Bicaralah semoga apa yang akan Nak Rama sampaikan akan menjadi berkah untuk kita semua," jawab Abah.
"Begini, Bah. Maksud kedatangan saya kali ini adalah saya ingin memohon ijin kepada Abah dan Emak untuk serius menjalin hubungan dengan Belia. Kami sudah dekat selama dua bulan ini. Kami merasa sudah memiliki kecocokan satu sama lain. Dan menurut saya, agar kami tidak berdosa dalam menjalaninya, saya ingin menghalalkan Belia, sambil saya mengurus surat-surat kelengkapan pernikahan di tempat kerja saya," kata Rama panjang lebar walaupun dalam hati merasa deg-degan.