Bram panik tatkala tubuhnya tidak dapat merespon gerakan sama sekali. Bahkan hanya sedikit bergerak saja pun tidak mampus. Matanya membelalak kaget melihat kejadian itu. "ASTAGA!! KENAPA INI!!" Bram melotot ke arah Debora dan Andini. Seakan meminta jawaban atas apa yang terjadi. "Mas, tenang dulu... " ucap Debora mencoba menahan Bram agar tidak terlalu bergerak. "Tenang gimana maksudmu hmmm?! Jelas-jelas ini gak bisa digerakin, sebenarnya aku sakit apa?!" Andini pun mendekat, ia melihat tingkah laku Bram bak gasingan putar. "Mas, kamu yang sabar ya. Saraf kamu sebagian gak berfungsi, kamu mati separuh. Beruntung suaramu gak ikut bermasalah," ucap Andini tenang. Mendengar pernyataan yang menyakitkan itu, seketika Bram terdiam. Terdiam mematung, seakan tidak percaya dengan apa yang

