Bagian Tujuh Belas

1538 Kata

Nana terdiam cukup lama sebelum akhirnya keluar dari mobil. Dia menata hati dan perasaannya karena akan bertemu dengan Bagas. Ucapan-ucapan menyakitkan semalam sama sekali belum hilang, dia merasa masih mendengar semua yang diucapkan oleh Bagas. Apalagi nanti malam dia akan ke rumah mertua. Dia merasa akan mengeluarkan air mata lagi nanti, entah karena ucapan suaminya atau ucapan ibu mertuanya. Dia ingin menolak pergi, namun dia tak bisa tak bersikap sopan dengan ibu mertuanya. Nana menghembuskan nafas panjang sambil menenggelamkan kepalanya ke kemudi. Jam terus berlalu sampai tak terasa Nana sudah 30 menit berdiam diri di sini. Dia mendongakkan kepalanya lagi. "Kamu perempuan kuat, kamu pasti bisa lewatin ini semua." Kata Nana menyemangati diri sendiri. Nana membuka pintu mobil. Dia b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN