"Kamu kenapa nggak belain aku di depan ibumu tadi?" Tanya Nana kesal kepada Bagas. Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil untuk perjalanan pulang. "Buat apa aku aku belain kamu. Aku seneng lihat kamu di pojokin gitu sama ibu. Jadi aku punya temen deh buat nyakitin kamu." Jawab Bagas enteng. Nana mengusap air mata yang menetes di pipinya. Dia sesenggukan menahan tangisnya dan memalingkan wajahnya menghadap keluar jendela. Dia salah meminta belaan dari suaminya, karna yang ada hanya balasan kata menyakitkan yang dia katakan. Bagas nampak tenang mengendarai mobil. Matanya terus fokus ke jalanan. Dia sama sekali tidak terganggu dengan suara sesenggukan dari orang di sebelahnya. Dan dia juga tak ada niatan untuk menenangkan istrinya. Dia malah seneng melihat air mata istrinya, entah men

