Bagian Tiga Puluh Lima

2295 Kata

Meja persegi panjang dengan sepuluh kursi kini terisi lebih dari setengahnya. Suasana makan malam terasa ramai di keluarga Hadianto. Sudah lama mereka tak merasakan hal ini, karena begitu anak bungsunya menikah, dia langsung ikut suaminya. Ya walau sesekali menyambangi Hadianto dan istrinya namun itupun tak sering. Perempuan muda dengan wajah manis tampak kikuk. Terlihat jika dia masih sungkan dengan keberadaannya di sini. Walau ini bukan pertama kali dia di kenalkan dengan orang tua kekasih, namun ini terasa berbeda. Lelaki yang kini menjadi kekasihnya sudah mantap untuk segera meminangnya. Begitu dia bilang bersedia, pernikahan akan langsung di gelar. Restu dari keluarga pria memang sudah mereka dapatkan, namun restu dari keluarga perempuan masih sebatas angan. Tekat dan perjuangan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN