Bagian Tiga Puluh Enam

1310 Kata

Nana termenung di dalam kamar. Matanya menatap lurus ke depan. Pikirannya melanglang jauh ke kejadian 11 tahun yang lalu, dimana dia menunggu Bagas tiba tapi malah Indra yang menghampirinya. Dia merasa ada yang aneh di sini, ingin sekali dia segera menemukan Indra dan bertanya yang sejujurnya. Nana mengambil kotak hitam berbahan kayu yang dia simpan di dalam lemari. Dia mencari kunci kotak yang dia lupa ditaruh dimana. Membuka setiap laci yang ada di kamar dan mencari keberadaan kunci yang dia butuhkan. Namun belum dia temukan. "Dimana sih?". Gumam Nana sambil mondar-mandir di dalam kamarnya. "Kurang kerjaan banget mondar-mandir". Sahut Bagas begitu dia keluar dari kamar mandi. Handuk putih yang terlilit di pinggangnya membuat Nana terpana sejenak. "Gas bantuin aku". Kata Nana pelan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN