Nana bangkit dari tidurannya, dibantu Bagas yang memegang pundak dan tangannya dengan lembut. Nana duduk di bankar sembari Bagas memasangkan flat shoes ke kakinya. Kemudian dia turun perlahan dengan dibantu Bagas pula. Bagas menarik satu kursi yang ada di depan dokter, dan membantu Nana untuk duduk di sana. Kemudian dia menarik satu kursi lagi yang berada di samping istrinya untuk dia tempati. Wajahnya terlihat tegang saat akan mendengar pernyataan dokter tentang istrinya, dia berharap Nana benar-benar mengandung anaknya. Kalau pun tidak, dia juga tidak akan kecewa. Namun dia sangat berharap jika Nana hamil karena hal itu akan membantunya untuk memperbaiki hubungan mereka. Dokter perempuan berjilbab army di hadapan Bagas dan Nana tampak tersenyum dengan ramah. Nana mampu bersikap santai

