Bagian Empat Puluh Lima

1991 Kata

Nana membuka matanya ketika gendang telinganya mendengar suara adzan. Perutnya terasa berat seperti ada beban yang menimpanya. Dia menoleh ke belakang, ternyata suaminya melingkarkan lengannya di pinggangnya dengan erat, sehingga membuat Nana kesulitan melepaskan diri. Akhirnya mau tak mau Nana membangunkan Bagas sekalian untuk sholat subuh. "Gas bangun". Kata Nana membangunkan Bagas dengan lembut. Bagas mengigau pelan tanpa melepaskan pelukan tangannya di pinggang Nana. Samar-samar dia membuka matanya. Saat matanya sudah membuka, dia tersenyum melihat wajah cantik Nana ada di depannya. Dia memajukan kepalanya dan mencium Nana sekilas. "Udah subuh ya". Kata Bagas setelah dia sadar seutuhnya. Nana hanya mengangguk tanpa bisa menjawab ucapan Bagas. Dia masih tidak percaya dengan kecup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN