Pengagum Rahasia
“Astaga, dia nengok, aduh mati aku, ketahuan aku ngeliatin dia, aduh gimana nih malu banget,” ucap Clara dalam hati dengan perasaan yang tak karuan.
Seketika itu juga di saat pria itu menoleh ke belakang sembari menatap tajam Clara, langsung saja Clara memalingkan wajah ke arah teman sekolahnya si Jono yang pada saat itu juga sedang berada di sana untuk makan malam. Sontak Clara tersenyum menatap Jono. Tatapan mata yang tajam pria itu kepada Clara karena merasa tak nyaman diperhatikan Clara sedari tadi. Bagaimana pria itu bisa mengetahui kalau Clara memperhatikannya dari tadi? Padahal posisi duduk Clara berada di belakang pria tersebut? Ya, saat itu si pria sedang memainkan handphonenya, tak sengaja pantulan wajah Clara nampak di layar pria tersebut. Dengan santai si pria mengambil rokok dan menyalakan api.
“Bu, nasi aku sudah jadi belum sama kopinya?” tanya Clara yang ingin segera pergi dari angkringan.
“Sudah nih Ra,” jawab si ibu angkringan.
“Berapa bu semua?” tanya Clara kepada si ibu.
“15 ribu Ra,” jawab si ibu angkringan.
“Oke, nih pas ya bu,” ucap Clara sambil menyerahkan uang kepada si ibu dan saat itu Clara berdiri tepat di samping pria itu.
Setelah mengambil makanan yang sudah siap, Clara segera pulang menuju asrama sambil berlari kecil.
“Din, aku pulang ke asrama duluan ya,” ucap Clara tergesa - gesa.
“Lah kok cepat banget si mba buru - buru ada apa di asrama ga ada orang,” ucap Dini penasaran.
“Iya aku sudah laper nih, aku pulang ya, kunci mana Din?” tanya Clara.
“Nih mba ,tangkap ya,” ucap Dini sambil melempar kunci kepada Clara yang kemudian dengan sigap Clara menangkapnya.
Kemudian Clara langsung kembali ke asrama dan melanjutkan makan malam sendirian. Ya, seperti biasa Clara senang menyendiri disaat semua teman temannya berkumpul. Sambil makan, Clara tersenyum senang membayangkan kejadian tadi. Tak lama, Dini pun pulang ke asrama. Saat itu Clara sedang duduk dan makan di ruang depan asrama.
“Mba,” panggil Dini kepada Clara dengan semangat menghampiri Clara.
“Apa Din, aku baru kelar makan,” jawab Clara.
“Itu loh mba, cowo yang tadi itu yang dulu aku pernah cerita ke kamu, inget ga?” tanya Dini dengan serius.
“Eh iya, cowok tadi ganteng banget ya wkwkwkkw,” ucap Dini sambil tertawa.
“Cowo tadi tuh si koko ganteng yang pernah aku ceritain ke kamu. Kalo di pak angkringan suka ada koko ganteng yang makan di situ. Banyak si memang cowo yang mampir, cuma yang ini beda mba, ganteng banget kan wkwkwk kaya opa Korea,” ucap Dini menjelaskan kepada Clara perihal cowo yang pernah di ceritakannya beberapa waktu lalu.
“Oh jadi itu orangnya, iya si gila ganteng banget itu mah, anak kuliahan kali ya Din,” ucap Clara sambil tersipu malu.
“Ga tahu juga sih mba, mungkin ya ,tapi kaya artis apa model gitu si penampilannya,” jawab Dini.
“Ya bisa jadi sih, tapi mau ya dia makan sederhana, keren ih,” ucap Clara sambil senyum.
“Aku mah sering mba liat dia makan di situ, biasanya rame - rame sama teman - temannya mba, tadi saja tumben dia sendirian,” ucap Dini yang sering melihat pria itu.
“Tapi aku ga pernah lihat dia loh, baru kali ini aku lihat dan biasanya juga kan magrib aku suka beli makan ke angkringan tapi ga lihat dia, Cuma memang si pernah beberapa kali liat ada cowo rame - rame gitu makan di situ,” ucap Dini sambil mengingat kejadian lalu.
Sebelumnya, Dini pernah bercerita tentang sosok pria tersebut kepada Clara beberapa waktu yang lalu dan memang pria itu dikagumi oleh beberapa teman asrama Clara yang lain. Bagaimana tidak, pria itu sangat tampan dan berkharisma. Tapi satu pun dari mereka tidak ada yang mengenal siapa sebenarnya pria ini. Malam pun berlalu dan tiba hari pagi yang cerah. Clara dan teman - temannya bersiap untuk pergi ke sekolah pelatihan bahasa Jepang yang lokasinya tidak jauh dari asrama mereka. Seharian pun Clara lalui masa belajarnya hingga menjelang sore. Waktu yang dinantikan oleh Clara untuk segera bisa pulang dan membeli makan malam di angkringan dengan tujuan bisa bertemu lagi dengan si pria tersebut. Tetapi sayangnya, ketika magrib tiba dan Clara sudah berada di angkringan, akan tetapi si pria tersebut tak kunjung datang. Raut kecewa nampak di wajah Clara
“Yah, kok ga datang ya dia hm,” gumam Clara dengan wajah cemberutnya.
Kemudian Clara kembali ke asrama dan menceritakan hari itu dia tidak bertemu dengan si pria itu di angkringan. Seperti biasanya, Clara harus berangkat lagi ke sekolah malam jam 7 untuk mengerjakan rutinitas pr nya. Saat di kelas, Clara sempat bertanya kepada teman laki - lakinya si Jono yang pada waktu itu juga berada di angkringan bersama Clara dan Dini.
“Jon, kamu tahu cowo yang kemarin di angkringan ga?” tanya Clara berbisik kepada Jono.
“Oh, cowo yang putih sipit itu ya, iya tahu aku mba, dia sering makan di angkringan,” jawab Jono.
“Iya, aku diceritain sama Dini. Tapi tadi dia ga ada tuh Jon, kamu tahu nama dia ga Jon?” tanya Clara dengan sangat penasaran.
“Kalo namanya aku ga tahu mba, dia orangnya ramah dan mau bercanda kok, kan sempet aku ajakin ngobrol, dia mau jawab, ga sombong,” ucap Jono menjelaskan kepada Clara bagaimana sosok pria tersebut.
“Ah masak si Jon, kelihatannya cuek dan sombong kalau ku lihat dari wajahnya,” ucap Clara dengan yakin.
“Gak kok mba , kamu sapa saja coba, dia pasti jawab,” jawab Jono dengan yakin.
“Malu ah Jon, aku takut dicuekin, orang jutek gitu hehe,” jawab Clara sambil tersenyum kecil.
“Memang kenapa mba, kamu suka ya?” tanya Jono sambil menggoda Clara.
“Ih apaan si Jon, aku penasaran saja sih, habis ganteng banget wkwkkw,” jawab Clara dengan tertawa.
“Ajakin kenalan dong mba, masa ga berani,” ucap Jono menantang Clara.
“Aku memang ingin kenal si Jon, ingin banget tahu dia itu siapa dan bagaimana orangnya,” jawab Clara.
“Makanya, besok kalau ada dia, basa - basilah mba tanya namanya siapa gitu,” ucap Jono menyarankan Clara.
“Aku si ingin tanya IG nya Jon, hehe,” jawab Clara sambil tersenyum.
“Oke mba, semangat ya pokoknya buat kenalan sama dia,” ucap Jono menyemangati Clara.
Setelah bertanya dan meminta saran kepada Jono, hati Clara semakin yakin ingin mengenal sosok laki - laki itu. Jono adalah teman satu angkatan Clara dan Dini. Mereka sudah satu kelas dari awal masuk sekolah. Jono yang seorang laki - laki muda penuh semangat, juga sering bercerita tentang kisah cintanya kepada Clara. Clara memang sosok yang pendiam namun banyak teman - temannya yang senang curhat dan meminta saran darinya. Malam pun berlalu, Clara kembali pulang ke asrama. Setelah sampai, seperti biasa, Clara mencuci baju. Ketika sedang menjemur pakaian di depan asrama, tiba - tiba terdengar suara mobil berhenti di depan gerbang asrama. Tepat di depan asrama Clara, ada kost elit yang ditempati beberapa mahasiswa dan mahasiswi. Suara mobil yang belum sempat dimatikan dan juga ada suara laki - laki yang sedang menelepon dengan logat khas anak gaul Jakarta. Suara yang lembut dan tidak asing bagi Clara.
Ada yang tahu suara siapa sebenarnya ??