Keira melenguh dalam tidurnya, merasakan sesuatu menindih tubuhnya. Meraba benda yang menindihnya, Keira langsung tahu jika benda tersebut merupakan sebuah lengan kekar memeluknya dengan posesif. Memorinya berputar cepat di tengah pening yang menghantamnya. Kepingan demi kepingan keliaran mulai terekam jelas. Keira meringis, merasakan perih di bawah intinya. Wajar saja ia merasakan perih luar biasa. Ia bahkan lupa berapa kali tepatnya mereka bermain kuda-kudaan. Manik Keira membeliak seketika mengingat siapa pertner tidurnya tadi malam. Sean Martinez. Dengan gerakan cepat ia menoleh ke samping. Wajah pria itu terpampang jelas. Keira sedikit tersentak melihat betapa tampannya pria itu jika sedang tertidur. Mulut sensualnya tertutup rapat dan berwarna merah jambu. Perutnya tiba-tiba melili

