Deringan ponsel membangunkan Sean dari tidurnya. Tanpa membuka mata, ia mengulurkan tangan, meraba mencari keberadaan sumber suara tersebut. Deringan itu pun mati tanpa berhasil Sean temukan. Ia kembali melanjutkan tidurnya karena rasa pusing yang begitu menghantam. Kepalanya terasa berat dan besar. Matanya pun enggan untuk terbuka. Jangan tanya keadaan perutnya. Ia merasa mual dan melilit hanya saja ia mencoba mengabaikannya karena merasa enggan untuk bangkit dari atas ranjang. Ponsel kembali berdering untuk kedua kalinya. Ia pun meraba masih dengan mata tertutup. Ia mencoba untuk membuka mata, namun teresa berat sekali. Ia menyerah, membiarkan ponselnya berdering terus. Seperti yang ia harapkan, ponsel itu berheti berdering. Tapi hanya sebentar saja karena di detik selanjutnya, benda p

