Dua hari lagi pernikahan Sean dan Hazel akan digelar. Sean gelisah tidak menentu. Seperti ada beban besar yang mengganjal di ulu hatinya. Awalnya ia mengira beban itu berasal dari rasa bersalahnya terhadap sahabatnya, Felix. Ia merasa sudah mengkhianati Felix. Untuk itu ia memutuskan untuk mendatangi pria itu ke rumahnya. Sesampainya di kediaman Felix, pria tampak sedang bermain dengan putranya, Maxime. Menyadari kehadiran dirinya, Felix pun segera menyambutnya dengan senyuman hangat meski Sean bisa melihat dengan jelas mata Felix memancarkan kesedihan. "Kenapa pengantin pria masih berkeliaran?" Felix merangkul pundaknya. "Bagaimana kabarmu?" Keduanya duduk di sofa dan Maxime melanjutkan permainannya sendiri. "Seperti yang kau lihat, aku baik." Sean mengangguk tanpa mengalihkan

