"Itu bayinya?" Keira menggeleng dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Moren yang berjalan kian menjauh. Pria baik yang memberi banyak kenangan manis padanya. Banyak mimpi yang akan mereka rajut, tapi pada akhirnya tidak ada yang bisa melawan takdir yang sudah ditentukan. Ia dan Moren tidak akan pernah bersama. "Kau masih mencintainya?" Keira akhirnya mengalihkan tatapan begitu Moren tidak terlihat lagi. "Aku tidak tahu," sahut Keira. Dan ia jujur dengan jawabannya tersebut. Ada kalanya ia merindukan Moren. Merindukan momen kebersamaan mereka. Terkadang ia juga menangisi apa yang sudah mereka lewati selama satu tahun terakhir ini. Tapi seperti yang sudah ia akui sebelumnya akhir-akhir ini bukan hanya Moren yang ia rindukan, tetapi juga pria yang ada di hadapannya saat ini. Sean

