Rupanya Dryad tidak sendirian saja di dalam mobil. Ia sedang bersama wanita yang sudah berikrar setia sehidup semati. Begitu Sarah sampai di pintu dan dipersilakan masuk oleh Dryad, wanita tersebut tersenyum padanya dengan sangat manis. “Dia bilang melihat adiknya di jalan. Rupanya dia tidak mau berbagi adiknya yang manis denganku,” kata wanita yang tidak diingat namanya oleh Sarah itu pada Dryad. Sarah yang merasakan kecemburuan di dalam suara wanita tersebut hanya terkekeh. Dryad yang juga bisa merasakannya hanya tertawa terbahak-bahak dan kemudian melajukan kendaraannya kembali ke dalam lalu lintas. “Jangan marah padaku. Sarah ini benar-benar kuanggap adik. Kamu tahu temanku Morgan yang kemarin menghadiahi kita dekorasi bunga, dia ini gadis yang dicintai cecungguk itu.” Deg! Sarah

