Rasanya sakit sekali. Bagaikan ditikam beberapa kali dengan benda tajam tepat di jantung. Pedihnya teramat hingga Sarah berjanji tidak akan mau jatuh cinta lagi. “Ah … aku lupa kalau Sarah juga ada di sini,” kata Flo sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Morgan. “Maaf, ya! Apa kamu muak melihat adegan romantis kami yang lebai?” Dibandingkan dengan muak, Sarah lebih merasa sakit hati. Ia merasa seolah-olah dibawa kemari untuk dipertonton hal tersebut. “Tidak masalah. Sejak tadi aku memejamkan mata,” kata Sarah sambil tersenyum. Ia kembali memperhatikan ruangan kedua di dalam butik yang digunakan untuk mencoba pakaian. Dari jenis pakaian yang ada di sini dan pelayanannya, Sarah menduga kalau ruangan yang dipilih Flo adalah tipe VIP. Begitu ia selesai menghitung jumlah patung pajang

