Tangan Sarah tidak terikat, tapi ia ditempatkan pada kamar yang tidak memiliki jendela. Hanya ada satu pintu masuk dan keluar. Bahkan di toilet hanya ada lubang angin saja. Sebuah ranjang yang ada terletak mepet ke dinding berukuran 90 x 200 cm. Seprainya berwarna abu-abu. Entah itu memang warna dasar, ataukah warna tersebut tercipta karena tidak pernah diganti dan penuh debu. Di sebelah ranjang ada lemari dua pintu dengan kaca besar di sisi kanannya yang tidak bisa dibuka. Mungkin tempat ini adalah bekas kamar orang yang bekerja membersihkan villa. “Bersama Morgan tidak membuatmu bahagia, kenapa kamu masih saja melindunginya?” tanya seseorang lelaki dari luar. Sarah menoleh ke arah pintu yang tertutup. Sudah berapa lama waktu berlalu? Lalu ia mengira-ngira apa yang diinginkan Manda kin

